Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-09 18:55:25

DP3AKB Jember Target Atasi Problem Stunting dari Hulu

PENCEGAHAN: Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko mengupayakan penanganan stuntung mulai tingkat hulu, dengan harapan angka stunting bisa ditekan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember berupaya menekan angka stunting. Di antaranya melalui program pencegahan pernikahan dini, edukasi kesehatan reproduksi, serta edukasi tentang kehidupan berkeluarga.

Hal itu disampaikan Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko, Rabu (9/3/2022). Handoko –sapaan akrabnya- mengatakan, pihaknya mulai memetakan penanganan dari hulu. “Kami OPD yang akan ikut andil penurunan angka stunting di tingkat hulu,” terangnya.

Baca Juga : Inisiasi Program Sistersay, Pemkab Banyuwangi Berdayakan Ekonomi Hingga Cegah Stunting

Handoko mengaku, telah melakukan sederet upaya di antaranya membentuk forum anak disetiap kecamatan. DP3AKB juga telah menggandeng Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang sosial kesehatan.

Baca Juga : Kehamilan Direncanakan, Meminimalisasi Anak Lahir Stunting

Nantinya, forum anak dan LSM itulah yang akan terus dilibatkan dalam edukasi di tingkat hulu demi terciptanya keluarga berkualitas dan sehat. Karena itu dibutuhkan edukasi dan pendampingan yang bersifat berkelanjutan. Untuk itu, pihaknya menargetkan adanya pusat informasi konseling remaja di 226 desa yang ada di Kabupaten Jember.

Handoko tak merinci berapa pusat informasi konseling remaja yang telah terealisasi. Pihaknya hanya menyebutkan, saat telah berhasil membantuk forum anak yang terbentuk di setiap kecamatan. Untuk selanjutnya, dibentuk pusat konseling tersebut.

Untuk diketahui, Kabupaten Jember menempati urutan kedua di Jawa Timur dalam kasus stunting dengan jumlah presentase kasus mencapai 37,8 persen. Stunting adalah permasalahan kekurangan gizi pada periode awal pertumbuhan anak ditandai dengan tidak maksimalnya tinggi badan. (*/as/sp)