Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-11 14:14:33

DPKH: Sapi PMK, Dagingnya Masih Bisa Dikonsumsi

KESEHATAN: Pemeriksaan kesehatan sapi di Kabupaten Probolinggo yang ditengarai terkena penyakit mulut dan kuku.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Beberapa ekor sapi di Kabupaten Probolinggo dilaporkan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit ini rawan menular kepada sapi lainnya. Namun, meski terkena PMK, daging sapi tersebut tetap aman dikonsumsi.

Hal itu diungkap oleh Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo drh. Nicholas Nuryulianto. Saat dikonfirmasi Rabu (11/5/2022), ia mengatakan kalau penyakit PMK ini tidak merusak daging, sehingga dagingnya aman untuk dikonsumsi. "Yang penting masak dengan benar saja," kata drh Nicholas sambil tersenyum.

Baca Juga : Dampak Kasus PMK, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Naik

Di samping itu, Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi meminta masyarakat khususnya para peternak untuk tidak panik. Menurutnya, penyakit PMK pada hewan itu merupakan penyakit yang masih bisa disembuhkan.

Baca Juga : DPKH Laporkan 7 Sapi Terserang PMK

Ada beberapa cara untuk proses penyembuhan tersebut. Diantaranya dengan diberi suntikan vaksin khusus hewan sebanyak dua kali dengan jenjang waktu 3 hari. Setelah hari ke 14 bisa sudah bisa terdeteksi kesembuhannya.

Selain vaksinasi, juga diberikan suplemen vitamin seperti vitamin B complex khusus untuk Hewan Tanpa Gejala (HTG). "Juga dipisah dengan hewan lainnya," paparnya.

Apalagi saat ini, lanjut Yahyadi, di Kabupaten Probolinggo belum ditemukan adanya sapi meninggal karena virus, khususnya penyakit PMK yang saat ini menghantui para hewan ternak seperti sapi. Kebanyak sapi yang meninggal itu dikarenakan kurang pakan atau penyakit lainnya seperti keracunan.

Dengan itu, masyarakat diminta untuk tidak panik. Jika ada sapi yang sakit maka segera dikoordinasikan dengan dokter hewan, sehingga segera dilakukan penanganan. Jika sapi ada gejala PMK yang tidak nafsu makan, maka pola pakan harus dilakukan dengan cara dicacah dulu agar sapi mudah melumahnya. "Juga pakan hijau-hijauan, agar nafsu makan bertambah," sarannya.

Diketahui, DPKH Kabupaten Probolinggo sebelumnya melaporkan ada 7 sapi yang terkena PMK. Tujuh sapi itu merupakan milik Samsul Arifin, peternak asal Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto. (zr/why)