DPRD Banyuwangi Dorong Percepatan Pembangunan Gedung FIKKIA Unair

Mohamad Abdul Aziz
Tuesday, 13 Jan 2026 18:30 WIB

RAKER: Dr Rahadian Indarto Susilo, dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi usai mengikuti rapat kerja di DPRD Banyuwangi, Selasa (13/1/2026).
BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja (raker) bersama pihak eksekutif dan Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi, Selasa (13/1/2026). Raker ini guna mendorong percepatan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni’mah mengatakan, rapat kerja tersebut digelar untuk mengurai berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan dan pengembangan program studi Unair Banyuwangi di bawah naungan FIKKIA. “Hingga saat ini rencana pembangunan tersebut belum terlaksana, sehingga perlu dicari solusi atas kendala yang ada,” ujarnya.
Ni'mah mengatakan, kendala utama belum dimulainya pembangunan gedung FIKKIA Unair adalah belum adanya persetujuan DPRD terkait pemindahtanganan lahan aset daerah yang akan dihibahkan kepada UNAIR. Persetujuan tersebut diperlukan sesuai amanat Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
“Pihak FIKKIA Unair maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) meminta persetujuan DPRD terkait lahan aset daerah yang dihibahkan di beberapa titik lokasi sebagai syarat proses sertifikasi,” jelas politisi PKB ini.
Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta peraturan pelaksanaannya, Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, lahan aset daerah yang dihibahkan harus telah bersertifikat guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi penerima hibah.
“Eksekutif akan kami dorong agar segera menindaklanjuti ke BPN supaya sertifikat lahan bisa segera terbit. Dengan begitu, proses pembangunan gedung FIKKIA dapat segera dimulai,"papar Ni’mah. "Unair sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk pembangunan gedung baru FIKKIA di Banyuwangi,” imbuhnya.
Ni’mah optimistis pembangunan gedung baru FIKKIA Unair akan memberikan dampak signifikan bagi Banyuwangi. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses pendidikan tinggi yang lebih baik, penggerak ekonomi lokal, hingga mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Dekan FIKKIA Unair Dr. Rahadian Indarto Susilo, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Banyuwangi. Ia menyebutkan, sejak hadir di Banyuwangi pada tahun 2014, kualitas pendidikan di FIKKIA terus mengalami peningkatan.
“Sekarang kami sudah memiliki program studi kedokteran di Banyuwangi. Untuk terus meningkatkan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru,” ujarnya.
Pembangunan gedung baru FIKKIA akan dilakukan di dua lokasi. Lokasi pertama berada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, yang akan difokuskan untuk kampus kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Sementata lokasi kedua berada di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, yang direncanakan untuk pengembangan kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur, serta dilengkapi Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan.
“DPRD Banyuwangi sangat mendukung rencana pembangunan ini. Sinergi antara DPRD, eksekutif, dan UNAIR sangat luar biasa. Harapannya, pembangunan gedung baru FIKKIA ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.
Adapun revitalisasi gedung FIKKIA Unair di Mojopanggung direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 dengan target pembangunan gedung setinggi tujuh lantai. Sementara pembangunan kampus FIKKIA di Desa Kedayunan saat ini masih berada pada tahap penyiapan infrastruktur, seperti akses jalan masuk dan sarana pendukung lainnya. (azi/why)


Share to
 (lp).jpg)



