Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-25 22:43:19

Dua Orang Kru KRI Nanggala 402 asal Probolinggo, Keluarga Berharap Keajaiban

DUKA KELUARGA: Foto Serda Eta Misnari bersama istri dan kedua anaknya masih terpajang di rumahnya. Saat ini, Serda Mistari telah memiliki anak ketiga yang masih berusia 9 bulan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak, dan dinyatakan tenggelam di perairan utara Pulau Bali. Total ada 53 kru di kapal selam berusia lebih dari 20 tahun itu, dan dinyatakan gugur oleh Panglima TNI Jendral Marsekal Hadi Tjahyono. Dari jumlah kru tersebut, dua orang merupakan warga Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Adalah Serda Elektronika Senjata (ETA) Misnari, salah satu anggota TNI AL yang tergabung dalam kru kapal selam KRI Naggala 402. Ia merupakan warga RT 6 RW 5 di Perumahan Batas Kota Regency, Desa Pebean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Serda Misnari yang karib disapa Misnari, juga gugur dalam tugasnya di kapal selam tersebut.

Sejak beredar kabar hilang kontak kapal selam Nanggala 402, pihak keluarga hanya menunggu kabar baik sambil memanjatkan doa dan terus mencari informasi perkembangan pencarian Serda Misnari dan kru lainnya.

PATRIOT: Kopda Karisma Dwi Bintarani saat foto bersama istrinya.  Keluarga Kopda Karisma telah bertolak ke Banyuwangi untuk mendapat kepastian kabar sang patriot.

Bukannya tak ingin berangkat ke Banyuwangi, yang menjadi salah satu pos pencarian kapal selam Nanggala 402. Tapi, istri Misnari, Yaitu Eka Umbria Hasanah, 33, harus menjaga tiga buah hatinya yang masih belia. Anak pertama masih duduk di bangku kelas 4 SDN Kedungdalem, satu lagi masih TK dan anak ketiga masih berumur 9 bulan.

Sejak kabar duka tersebut, Eka selalu didampingi oleh ayahnya bernama Mohammad Hasan. Hasan terus mendampingi anaknya dengan maksud untuk menguatkan perasaan dari anak perempuannya.

Meski dilanda kesedihan, keluarga Serda Eta Misnari tetap optimis bahwa sang patriot kebanggaan keluarga itu akan pulang ke rumahnya. "Saya optimis suami saya pulang. Ini menunggu kabar dari komandan saja," ujar Eka, dengan mata berkaca-kaca.

Kepada tadatodays.com, Eka menceritakan sosok suaminya itu. Pada Minggu, (18/4) lalu, Misnari berpamitan berangkat bertugas ke Surabaya sebelum berlatih di kapal selam KRI Nanggala 402 yang bersandar di Kabupaten Banyuwangi.

Hari berganti, Rabu (21/4), teman satu angkatan Misnari memberi kabar bahwa kapal selam yang ditumpangi 53 orang kru mengalami masalah teknis dan berakibat pada tenggelamnya kapal.

Tak hanya Eka yang menceritakan sosok Serda Eta Misnari kepada tadatodays.com. Mohammad Hasan, orangtua Eka yang merupakan warga Desa Tamansari, Kecamtan Dringu, juga menceritakan kepribadian Misnari. Ia menambahkan, meskipun Misnari merupakan menantu di keluarganya, namun ia tetap menganggap sebagai anaknya.

Menurutnya, Misnari yang menikahi anaknya pada tahun 2009 silam itu merupakan anak yang tekun dalam beribadah. Bahkan saat sedang tidak bertugas dan pulang ke rumahnya, ia selalu menjadi imam salat di rumahnya.

Dan, ketekunannya dalam ibadah juga diikuti oleh anak pertamanya yaitu Dirga."Anak pertamanya kalau dengar azan, ikut mengaji atau aktivitas hadrah,” kata Hasan.

BERHARAP: Ayah dan istri Serda Eta Misnari tetap berharap ada keajaiban dari Sang Khalik, sehingga sang pahlawan itu bisa kembali ke rumahnya di Desa Pabean, Kecamatan Dringu.

Selain menceritakan kepribadian sang menantu, ia juga punya firasat yang tak biasa dari Serda Misnari. Dimana, sebelum bertugas, Minsari tidak sungkem ke mertuanya. Padahal, sebelum-sebelumnya, ia selalu sungkem sebelum menjalankan tugas negara.

Kini, sejak mendapat informasi dari televisi soal musibah tersebut, ia tak mengizinkan siapapun di rumahnya maupun di rumah Eka untuk menghidupkan TV. "Hanya membuat kesedihan saja," tuturnya.

Hasan, Eka, dan keluarga Serda Misnari lainnya kini hanya bisa pasrah pada Allah. “Menunggu keajaiban datang," ujarnya.

Tak hanya keluarga Serda Eta Misnari saja yang berduka atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. Di Kota Probolinggo, satu keluarga juga merasaka duka yang sama. Adalah keluarga Kopda Karisma Dwi Bintarani, salah satu kru KRI Nanggala 402 asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Kartini, salah satu keluarga dari mertua Kopda Karisma Dwi Bintarani, membenarkan bahwa Kopd Karisma juga bagian dari kru kapal selam KRI Naggala 402. Sejak beredarnya kabar tenggelamnya kapal selam tersebut, keluarga sudah berangkat ke Banyuwangi pada Sabtu, (24/4). “Sekarang keluarga tidak ada di rumah," katanya. (ang/don)