Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-27 22:34:36

Dua Orang Pengedar Sabu yang Beroperasi di Kraksaan Ditangkap

SATU JARINGAN: Polisi berhasil membekuk Misdari dan Dony Wahyu Nurcahyo yang melakukan transaksi jual beli sabu. Selama ini mereka beroperasi di Kraksaan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Polres Probolinggo berhasil meringkus dua orang pengedar sabu. Keduanya adalah Dony Wahyu Nurcahyo, 28, warga Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dan Misdari, 26, warga Desa Alastengah, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Penangkapan keduanya dibenarkan Paur Humas Polres Probolinggo Bripka Mukhtar Yuliaharto. Ia mengatakan, keduanya ditangkap Jumat (26/2/2021). “Di tempat dan jam yang berbeda,” ungkapnya pada tadatodays.com, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga : Jadi Guru Agama, Pelaku Pembunuhan JH Karib Dipanggil Abah

Dony ditangkap saat melakukan transaksi di jalan umum, depan tempat kos Soponyono, masuk Kelurahan Sidomukti, Kacamatan Kraksaan, sekitar pukul 11.30 WIB. Sedangkan Misdari, ditangkap di dalam rumahnya sekitar pukul 13.30 WIB.

Baca Juga : Terungkap, Pelaku Bunuh JH setelah Gagal Gandakan Uang

Mukhtar menjelaskan, penangkapan keduanya bermula saat Unit Opsnal SatNarkoba Polres Probolinggo mendapatkan informasi bahwa di Kecamatan Kraksaan sering dilakukan transaksi narkotika jenis sabu.

Dari informasi itu, pihak kepolisan langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap Dony Wahyu Nurcahyono, tersangka pertama. Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa satu paket plastik kecil yang diduga berisi berisi sabu.

Selain itu, polisi juga mengamankan sebuah ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pemesan. Selembar tisu yang digunakan sebagai pembungkus sabu juga diamankan sebagai barang bukti.

Bripka Mukhtar Yuliaharto mengatakan, Dony merupakan penjual yang akan mengantarkan sabu. Saat dilakukan interogasi, Dony mengaku mendapatkan sabu tersebut dari Misdari.

Pihak kepolisian langsung bergerak menuju rumah Misdari, dan berhasil mengamankan sebuah ponsel merk Iphone 6 yang diduga sebagai media komunikasi transaksi jual beli sabu. “Selanjutnya kami amankan ke Mapolres Probolinggo,” tuturnya.

Akibatnya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun pidana penjara dan denda paling banyak 10 milyar. (zr/sp)