Dua Santri Tersengat Listrik Saat Nonton Haflah Imtihan di Kraton Pasuruan

Amal Taufik
Amal Taufik

Sabtu, 14 Feb 2026 05:02 WIB

Dua Santri Tersengat Listrik Saat Nonton Haflah Imtihan di Kraton Pasuruan

KORBAN: Kondisi korban saat ini di RSUD Bangil.

PASURUAN, TADATODAYS.COM – Dua anak di bawah umur tersengat aliran listrik saat menonton kegiatan Haflah Imtihan di lingkungan Pondok Pesantren Putri Syamsul Arifin, Desa Pukul, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (13/2/2026) sore. Keduanya mengalami luka bakar dan kini menjalani perawatan di RSUD Bangil.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat hujan mengguyur wilayah setempat. Dua korban yang masing-masing berinisial MJD (15) dan SAP (13). Mereka merupakan santri dari Pondok Pesantren Putra Syamsul Arifin.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi menjelaskan kejadian bermula ketika kedua korban berusaha melihat kegiatan haflah dari ketinggian. Mereka memanjat tangga masjid hingga menuju area atap. “Karena hujan dan kondisi atap basah, keduanya tanpa sengaja menyentuh kabel yang masih dialiri listrik. Akibatnya, mereka tersengat dan mengalami luka bakar,” kata Junaidi.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan setelah melihat kedua korban terjatuh dan kesakitan. Keduanya kemudian dievakuasi menggunakan ambulans desa menuju RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat insiden tersebut, korban MJD mengalami luka bakar pada bagian punggung dan kaki. Sedangkan korban SAP mengalami luka bakar pada tangan kanan. Polisi memastikan keduanya dalam kondisi sadar. “Hingga saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Bangil dan dalam keadaan sadar,” tambah Junaedi.

Polisi juga mencatat, kegiatan haflah tersebut tidak disertai pemberitahuan atau koordinasi terlebih dahulu dengan pihak kepolisian maupun pemerintah desa setempat. Selain itu, faktor cuaca hujan turut memperbesar risiko kecelakaan.

"Kami mengimbau panitia kegiatan keagamaan maupun sosial untuk memperhatikan aspek keselamatan, terutama jika melibatkan kerumunan dan penggunaan fasilitas umum, agar kejadian serupa tidak terulang," katanya. (pik/why)


Share to