Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-17 19:27:42

Duh! Atap Masjid Agung Kota Probolinggo Masih Bocor

FISIK: Plafon Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo terlihat menguning. Hal itu terjadi karena adanya kebocoran di bagian atap. Padahal, masjid tersebut sudah direnovasi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Renovasi Masjid Agung Raudhatul Jannah Kota Probolinggo menjadi sorotan komisi III DPRD setempat. Pasalnya, pembangunan yang telah dilakukan sejak tahun 3 tahun lalu itu tak kunjung rampung. Atap masjid masih saja mengalami kebocoran dan bikin tidak nyaman jamaah.

Untuk mengetahui kondisi terkini masjid kebanggan warga Kota Probolinggo itu, Komisi III menggelar ke masjid tersebut paa Kamis (17/3/2022) sekira pukul 11.30 WIB. Para anggota dewan didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR-Perkim setempat, Rahman Kurniadi serta pengawas lapangan CV. Integral, Muhammad Ali.

Baca Juga : Masjid Agung Raudlatul Jannah Berusia 252 Tahun, Didirikan oleh Raden Brojonegoro

Ketua Komisi III, Agus Riyanto mengatakan sidak ini dilakukan karena adanya laporan dari jamaah masjid yang menyebutkan bahwa atap masjid bocor. Bahkan, bagian plafon sampai berkerak.

Baca Juga : Sudah Tiga Kali Masjid Ini Dibobol Maling, Tapi Takmir Belum Lapor Polisi

Dari kondisi itu, Agus mengatakan bahwa progres renovasi masjid ini tidak maksimal yang dibuktikan dengan masih adanya kebocoran.

Menurutnya, kebocoran itu terjadi karena ada bagian atap yang retak karena selalu terkena panas dan hujan. “Sehingga air merembet ke titik terendah," katanya.

Ia menyebutkan bahwa kebocoran ini masih tanggung jawab pihak rekanan yang diberi waktu pemeliharaan selama 1 tahun. Oleh karena itu, Komisi III menyarankan agar bagian atap juga dipasang galvalum.

Sementara itu, Pengawas Lapangan CV. Integral yang mengerjakan proyek renovasi Masjid Raudlatul Jannah, Muhammad Ali mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya memperbaiki kebocoran dengan memberikan enzim.

Selain itu, kata Ali, bagian yang bocor juga telah ditambal dengan lakban aluminium. Lalu, pihaknya juga telah memotong sambungan antar bahan cor. "Sebagian retakan sudah tertutup. Tetapi ada bagian bawah cor yang ditambah bahan serabut, perlu dipotong," katanya.

Namun demikian, Ali khawatir langkahnya itu akan jadi temuan saat ada pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, bahan tersebut tidak termasuk dari rencana pekerjaan.

Sementara itu, PPTK Dinas PUPR-Perkim Rahman Kurniadi mengatakan bahwa masih ada waktu bagi rekanan untuk melakukan perbaikan. Oleh karena itu, ia tetap akan berusaha mencari bagian yang bocor. "Yang dicoba pertama ini menggunakan plester aluminium," kata Rahman. (ang/don)