Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-18 13:39:46

Duh, Pengamen di Kraksaan Ini Bandel Banget

LAGI: Pengamen dengan ciri khas membawa rebana di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kota Kraksaan, ini berulangkali dirazia Sapol PP. Tapi, pengamen berusia 70 tahun itu tak jera.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Meski berulang kali diamankan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Muhamad, 70, warga Desa Alastengah, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, tetap saja ngamen di perempatan lampu merah Kraksaan. Saat ini ia kembali diamankan dari tempat yang sama, yakni di traffic light Jalan Raya Panglima Sudirman Kraksaan, masuk Kelurahan Kraksaan Wetan, Juma'at (18/12/2020) sekira pukul 09.30 WIB.

Pengamanan tersebut dibenarkan oleh Widodo, Koordinator Lapangan Kecamatan Kraksaan pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Bahkan, Widodo mengaku sudah kewalahan untuk mengatasi pengamen yang usianya tak lagi muda itu. Tak hanya satu atau dua kali, Widodo menyebut bahwa pihaknya sudah mengamankan yang bersangkutan berkali-kali.

Baca Juga : Lampu PJU di Kraksaan Banyak Mati

"Sudah lebih 10 kali kami amankan, mas. Sudah kami sampaikan kepada keluarganya, dan kepala desanya pun juga menyerah," terangnya pada tadatodays.com.

Dengan ciri khas membawa rebana, pengamen itu lalu memainkan rebana tersebut lalu mendekati setiap pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala. Bukan hanya pengendara mobil, pengendara motor pun juga menjadi sasarannya. Hanya saja, Widodo menyebut, cara memintanya saja yang terkesan memaksa.

Widodo menyampaikan, bahwa masyarakat di sekitar lampu merah merasa resah dan kerap melapor ke Satpol PP. “Dia sering nodong, kalau tidak diberi itu maksa," jelasnya.

Widodo menduga, kalau pengamen tersebut sedikit mengalami ganguan mental, sehingga meski dilarang tetap saja tak dihiraukannya. Ia berharap pihak keluarga bisa memberikan nasihat kepada Muhammad, agar tidak lagi mangkal di lampu merah Kraksaan. (zr/don)