Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-20 18:45:54

Edukasi Peternak Terkait Virus PMK, Dinas KKP Jember Juga Kirim Sampel ke Malang

SEGERA LAPOR: Kepala Dinas KPP Kabupaten Jember Andi Prastowo mengimbau masyarakat maupun pemilik ternak melapor ke petugas bila menemukan sapi dengan ciri-ciri terpapar virus PMK.

TADATODAYS.COM, JEMBER - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (KPP) Kabupaten Jember terus mengedukasi pemlik ternak dan masyarakat terkait virus Apthtae Epizooticae atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi. Harapannya, masyarakat tetap mewaspadai penyebaran virus tersebut.

Kepala Dinas KPP Kabupaten Jember Andi Prastowo merinci sejumlah ciri-ciri sapi yang tengah terpapar. Andi –sapaan akrabnya- mengatakan, secara umum sapi yang terpapar virus PMK dapat langsung diketahui melalui ciri-ciri fisik.

Baca Juga : MUI Banyuwangi Melarang Ternak PMK Jadi Hewan Kurban

Di antaranya mengeluarkan liur secara berlebihan, gusi dan lidah mengalami luka seperti sariawan, pangkal kaki mengalami pecah-pecah, dan sapi tidak mau makan. Selain itu, sapi akan mengalami peningkatan suhu tubuh secara signifikan.

Baca Juga : 39 Sapi di Banyuwangi Terjangkit Virus PMK

“Awal mula yang jelas, sapi demam tinggi. Kalau dites suhunya bisa 40 derajat dan lebih,” katanya. Namun demikian, untuk memastikan apakah sapi terpapar virus PMK atau tidak, perlu harus tetap dilakukan uji lab. “Untuk Jember uji labnya  ke Malang,” imbuhnya.

Andi menyebut, sapi yang terpapar dan tidak segera ditangani dapat berujung pada kematian. Kareanya, Dinas KPP mengimbau masyarakat segera melapor pada petugas di pasar hewan jika menemukan ciri-ciri sapi terindikasi terpapar virus PMK tersebut. 

Diketahui, saat ini Dinas KPP telah menerjunkan 95 pertugas pencegah PMK yang tersebar di 8 pasar hewan yang ada di Kabupaten Jember. Di antaranya, pasar hewan Kalisat, Mayang, Ambulu, Tempurejo,  Ajung, Rambipuji, Kencong, dan Sumberbaru. Petugas hadir di pasar hewan pada jadwal oprasional pasar. (*/as/sp)