Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-02 16:48:36

Eks Pegawai RSUD Mohamad Saleh Demo DPRD, Tolak Kehadiran Wali Kota

DEMO: Para demonstran memenuhi ruas Jalan Suroyo Kota Probolinggo, tepat di depan kantor DPRD Kota Probolinggo. Demo dilakukan lantaran Ketua DPRD Abdul Mujib tak kunjung menandatangani rekomendasi Komisi III terkait nasib mantan PTT RSUD Mohamad Saleh.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puluhan mantan pegawai RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo bersama massa LSM, menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD setempat, Rabu (2/3/2022). Mereka menuntut agar 128 pegawai RSUD yang diberhentikan untuk dipekerjakan kembali. Dari Aksi itu, DPRD merekomendasikan Pemkot Probolinggo agar mantan pegawai tersebut dijadikan relawan di puskesmas.

Demonstrasi itu digelar lantaran Ketua DPRD Abdul Mujib belum menandatangani hasil rekomendasi Komisi III, terkait nasib eks pegawai RSUD. RDP itu sudah dilakukan beberapa kali, sejak rapat dengar pendapat (RDP) pada 7 Februari 2022.

Baca Juga : KAMMI Jember Aksi Naik Sepeda, Kritik Kenaikan BBM dan Minyak Goreng

Demonstrasi itu dimulai sekitar pukul 10.00 sampai 12.30 WIB. Massa memenuhi Jl. Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, tepat di depan kantor DPRD. Massa diangkut menggunakan truk. Mereka juga membawa pengeras suara, pamflet, dan replika keranda mayat. Mereka juga membawa terpal besar yang dijadikan tenda sementara. Pamflet itu bertuliskan “Pak wali saya butuh sandang pangan!! Dan DPRD bukan alat kepentingan penguasa Walikota".

Baca Juga : Mahasiswa Jember Patut Dicontoh, Bersih-bersih Sampah Usai Demonstrasi

Tak hanya berorasi, para pendemo juga bersholawat, tabur bunga dan tahlilan.

Aksi massa itu dijaga 440 personel Polres Probolinggo Kota. Ada yang berjaga di luar pagar, dan sebagian lagi di halaman kantor dewan. Beruntung, demonstrasi itu berjalan tertib.

Dari pantauan tadatodays.com, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin tampak hadir di kantor DPRD. Orang nomor satu di Kota Probolinggo itu sempat menemui para pendemo. Tetapi, massa menolak kehadirannya dan hanya menunggu Ketua DRPD. Tak ayal, wali kota pun kembali masuk ke kantor dewan.

Tak lama kemudian, massa melebarkan terpal yang mereka bawa untuk menutupi badan jalan yang mulai panas. Mereka kemudian menggelar teatrikal dan membawa batu nisan.

Ada 4 tuntutan yang disuarakan mantan pegawai rumah sakit pelat merah itu. Pertama, menuntut agar 128 orang mantan karyawan pegawai tidak tetap (PTT) RSUD untuk dipekerjakan kembali. Kedua, RSUD dr Mohamad Saleh tidak boleh menerima karyawan baru.

Ketiga, 128 karyawan PTT dapat bekerja sebagai tenaga relawan di puskemas di Kota Probolinggo. Keempat, meminta kepada Wali Kota Probolinggo untuk mencopot Ketua DPRD dan Plt. Direktur RSUD, dr. Abraar Kuddah.

Sekitar 2 jam beraksi, para pendemo kemudian ditemui oleh Ketua DPRD Abdul Mujib.

Mujib terlihat membawa dua surat rekomendasi Komisi III, lalu membacakan isi rekomendasi di hadapan peserta aksi. Dengan dikawal pihak kepolisian, Mujib memastikan bahwa dirinya telah menandatangani rekomendasi Komisi III. "Pertama, RSUD Mohamad Saleh tidak merekrut karyawan baru. Kedua, 128 karyawan PTT dapat bekerja sebagai relawan di puskemas," ucap Mujib membacakan isi rekomendasi.

Selesai Mujib membacakan rekomendasi itu, para demonstran kemudian membubarkan diri. (ang/don)