Elpiji Melon Langka di Kota Probolinggo, Warga Harus Keliling untuk Mendapatkan Gas

Alvi Warda
Alvi Warda

Wednesday, 15 Apr 2026 15:30 WIB

Elpiji Melon Langka di Kota Probolinggo, Warga Harus Keliling untuk Mendapatkan Gas

LANGKA: Elpiji 3 kg atau biasa disebut elpiji melon yang mulai langka di Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kelangkaan gas LPG tabung 3 kilogram atau biasa disebut elpiji melon, mulai dikeluhkan warga Kota Probolinggo. Warga harus keliling toko-toko untuk mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut.

Kelangkaan ini mulai dirasakan sejak dua pekan terakhir. Lia Eko, misalnya, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok. Ia mengaku harus berkeliling ke beberapa toko sebelum akhirnya mendapatkan LPG melon.

“Sekarang susah sekali isi ulang gas melon. Ini saya dapat di harga Rp 25.000 ribu setelah keliling ke toko-toko, banyak yang kosong. Padahal kalau biasanya itu Rp 20.000,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Lia tetap membeli meskipun harga tidak seperti semula. "Ada teman itu cerita, dijual sampai Rp 50.000. Tapi ya tetap dibeli. Kan buat masak. Daripada tidak masak. Tapi berharap semoga normal dan gak langka lagi," ucapnya.

Ia juga menyebut, berdasarkan informasi dari penjual, kelangkaan ini diduga dipengaruhi situasi global. “Kalau kata penjualnya itu dampak perang. Tapi, saya juga nggak tahu benar atau tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Slamet Suwantoro saat dikonfirmasi menjelaskan, kelangkaan terjadi akibat keterlambatan distribusi dari Surabaya.

“Pada Senin, 13 April 2026, kami dari DKUP bersama Polres Probolinggo Kota melakukan sidak di SPBE Jalan Brantas. Hasilnya memang terjadi keterlambatan pengiriman dari Surabaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi yang seharusnya dilakukan pada 10 April 2026 baru terealisasi pada 13 April 2026, sehingga terjadi kekosongan stok selama tiga hari. Selain itu, setiap agen juga hanya menerima sekitar 50 persen dari alokasi normal. “Stok dari depo Surabaya berkurang, sehingga berdampak pada distribusi di daerah,” jelasnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan. "Jangan menimbun atau panik karena langka," tutur Slamet. (alv/why)


Share to