Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-30 19:21:01

Enam Remaja Terjang Genangan Air dengan Kecepatan Tinggi, Orang Tua Minta Maaf

CARI SENSASI: Satlantas Polres Probolinggo Kota menunjukkan enam remaja dan mobil Toyota Agya yang menerjang genangan air saat hujan lebat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Jagat sosial media dihebohkan dengan viralnya video sebuah mobil yang nekat menerjang genangan air dengan kecepatan tinggi. Ternyata, video tersebut merupakan ulah 6 remaja asal Kota Probolinggo. Buntut dari viralnya video tersebut, orang tua mereka pun meminta maaf.

Permohonan maaf itu disampaikan orang tua salah seorang remaja. Dengan maksud mendidik anaknya, orang tua tersebut menyerahkan sang anak ke polisi. “Kami mohon maaf. Kami mengikuti prosedur hukum yang berlakudan berjanji membimbing serta menasehati,” katanya.

Baca Juga : Polres Tetap Selidiki Kasus Jemput Paksa Jenazah di RSU Wonolangan

Viralnya video tersebut bermula ketika mobil Toyota Agya Nopol N 1502 RM melaju dengan kecepatan tinggi di ruas Jl. Cokroaminoto, Keluruhan/Kecamatan Kanigaran saat hujan lebat, Kamis (29/1/2021).

Baca Juga : Dua Orang Pengedar Sabu yang Beroperasi di Kraksaan Ditangkap

Pengemudi sengaja tancap gas hanya untuk membuat sensasi. Ironisnya, aksi tersebut membuat warga terkena terjangan genangan. Ternyata, aksi tersebut memang disengaja. Karena salah seorang penumpang di dalam mobil merekam aksi tersebut.

Kanit Regident Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Fredo Sianturi mengatakan, pihaknya kemudian merespons tersebut. “Kami mencari informasi kendaraan tersebut,” katanya saat memberikan keterangan pada sejumlah awak media, Sabtu (30/1/2021).

Saat proses pencarian mobil itulah, salah seorang orangtua remaja menyerahkan anaknya. Ternyata, di dalam mobil tersebut ada 6 remaja. Mereka belum ada yang layak mengemudikan mobil. Selain enam remaja, polisi juga mengamankan mobil tersebut.

 Enam Remaja itu di antaranya NF, 16; RK, 17; RS, 16; FS, 15; DV, 18; dan BT, 15. Rata-rata mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA. Mobil tersebut dikemudikan NF. Sedangkan RS merekam sekaligus menyebarkan WhatsApp. Video itu tersebar di sosial media dan mendapat respons negatif oleh warganet.

Sementara itu, RS dan NF mengakui kesalahannya. “Iseng, hanya untuk senang-senang,” kata RS sembari menundudk. Hal senada juga disampaikan NF. Ia mengaku saat itu kecepatannya 50 kilometer per jam. (ang/sp)