Enam Tanggul Kritis di Tiga Sungai Pasuruan Ditangani Darurat

Amal Taufik
Friday, 10 Apr 2026 17:02 WIB

TANGGUL: Penanganan tanggul kritis di Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Upaya penanganan kerusakan tanggul di Kota Pasuruan mulai dikebut. Sedikitnya enam titik tanggul kritis di tiga aliran sungai telah ditangani sementara, menyusul kerusakan yang dipicu derasnya arus saat musim hujan.
Penanganan tersebut menyasar Sungai Welang, Gembong, dan Petung. Ketiga sungai tersebut merupakan sungai utama yang melintasi wilayah kota. Sejumlah titik di bantaran sungai dilaporkan mengalami pengikisan cukup parah hingga berpotensi membahayakan permukiman sekitar.
Kasi Operasi UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Hizbul Maulana, menjelaskan bahwa langkah cepat dilakukan setelah hasil pemantauan lapangan menunjukkan kondisi tanggul yang perlu segera ditangani.
“Total ada enam titik yang kami tangani. Lokasinya tersebar di kawasan Petung, Gembong, sampai Rejoso,” jelasnya, Jumat (10/04/2026).
Menurutnya, perbaikan dilakukan secara darurat dengan metode pemasangan karung pasir atau jumbo bag pada bagian tanggul yang rawan jebol. Langkah ini dipilih sebagai solusi cepat untuk menahan tekanan arus air, sembari menunggu penanganan yang lebih permanen.

Pengerjaan di tiap titik relatif singkat, rata-rata hanya memakan waktu satu hingga tiga hari. Selain petugas lapangan, perbaikan juga melibatkan partisipasi warga sekitar. “Ini sifatnya darurat agar tidak semakin parah. Untuk jangka panjang tetap akan kami usulkan pembangunan permanen,” tambah Hizbul.
Beberapa titik bahkan telah rampung ditangani. Salah satunya berada di aliran Sungai Gembong, tepatnya di bawah jembatan Jalan Untung Suropati. Sementara di Sungai Welang, penanganan difokuskan di wilayah Karangketug, dan Sungai Petung di bagian selatan kota.
Meski sejumlah titik telah tertangani, pemerintah tetap melakukan pemantauan lanjutan. Identifikasi terhadap titik-titik rawan lainnya masih terus dilakukan untuk mencegah potensi kerusakan yang lebih luas.
“Ke depan akan kami ajukan penanganan permanen agar tanggul lebih kuat dan tidak mudah terdampak arus saat musim hujan,” katanya. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)