Fact Finding 10 Nomine Pemuda Pelopor Kota Probolinggo Tahun 2026

Amelia Subandi
Tuesday, 09 Jun 2026 15:27 WIB

PERSIAPAN: Mengunjungi komunitas proplayer yang tengah melakukan persiapan sebelum menghadiri event.
Pemuda Pelopor Memberi Teladan
PROBOLINGGO, TADDATODAYS.COM - Usai presentasi kepeloporan, Seleksi Pemuda Pelopor Kota Probolinggo 2026 berlanjut. Senin (8/6/2026), tim juri dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo turun langsung melakukan fact finding ke lokasi kepeloporan para nomine.
Sebelum melakukan fact finding, panitia seleksi bersama dengan tim terlebih dahulu berkumpul di kantor Dispopar. Fact finding atau kunjungan lapang ini yang akan menentukan benar tidaknya bahwa peserta memang benar-benar figur pemuda pelopor yang tengah dicari.
“Secara teori, kunjungan lapang ini yang akan menentukan. Kondisi di lapangan lebih didorong, agar para peserta tetap semangat untuk berinovasi. Sehingga harapannya pemuda pelopor mampu memberikan contoh kepada pemuda lain,” kata Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga pada Dispopar Samsul Arif.
Samsul Arif menambahkan bahwasannya Pemuda Polopor harus memiliki kecakapan dalam berbagai bidang serta peka dengan lingkungan sekitarnya. “Untuk mendapatkan Pemuda Pelopor yang benar-benar punya kemampuan, kejujuran dan dampak di lingkungan tempat tinggalnya. Tim Juri dan Tim Dispopar turun melihat kondisi tempat kepeloporan peserta seleksi Pemuda Pelopor,” jelasnya.
Dari 10 nomine, 1 nomine telah dikunjungi di hari sebelumnya, yaitu Minggu (7/6/2026). Sedangkan 9 nomine menerima kunjungan tim di hari Senin (8/6/2026). Sembilan peserta itu terbagi dalam 5 bidang kepeloporan, yaitu 2 peserta bidang pendidikan, 2 peserta bidang inotek, 1 peserta bidang agama, sosial dan budaya, 2 peserta bidang pangan, dan 2 peserta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata.
%20OK.jpg)
KAMPUNG INGGRIS: Juri pemuda pelopor mengunjungi kampung inggris, tempat silvia memberikan bimbingan kepada masyarakat.
Peserta pertama yang dikunjungi pada hari Minggu adalah Eri Dwi. Dikarenakan komunitas ini belum mempunyai tempat menetap untuk komunitasnya, jadi saat fact finding, juri mengunjungi salah satu ruko di daerah Jl Gatot Subroto.
Proplayer adalah komunitas kreatif, yang hadir sebagai pengembangan bakat, kreativitas, dan keterampilan industri kreatif. Komunitas ini berawal dari mentor cosplayer yang aktif sejak 2015, dengan fokus awal pada cosplay, yaitu seni menghidupkan karakter ke dunia nyata.
Seiring waktu, cosplay berkembang menjadi seni kompleks yang mencakup pembuatan kostum, aksesoris, properti, styling wig, tata rias, hingga kemampuan akting seperti ekspresi, gerak, suara, dan pose. Dalam penampilan, cosplayer juga mempelajari coswalk untuk menampilkan karakter secara maksimal.
Dalam fact finding Senin (8/6/2026), peserta pertama yang dikunjungi adalah M. Rudi, berlokasi di Kelurahan Pohsangit Kidul. Rudi merupakan pelopor di bidang pangan. Dalam peloporannya, Rudi berbekal inovasi pengolahan tempe lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Selain tempe, berbekal pangan lokal di wilayah sekitarnya, Rudi juga memproduksi nasi jagung instan prosae. Dengan pemanfaatan pangan lokal ini, Rudi ingin menjadikan jagung dan tempe sebagai produk unggulan yang dikenal dan dibanggakan.

Peserta ketiga adalah Lailatul Jannah dengan kepeloporan bidang pangan. Berbekal keterampilannya dalam olahan pangan, ibu satu anak ini menciptakan makanan stik kelor. Memanfaatkan tanaman dirumah sekitar, Laila berkreasi membuat olahan stik kelor, lalu ia jual kepada masyarakat yang sudah memesan terlebih dahulu.
Peserta keempat adalah pelopor bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Pariwisata, Agniz Ruri Ambarwati. Bertempat di ruang pertemuan Institut Ahmad Dahlan, Agniz adalah pelopor salah satu komunitas Admapala. Disisi lain, Agniz adalah seorang influencer yang mengeksplor pariwisata dan budaya di Probolinggo.
Peserta kelima, adalah salah satu pelopor bidang pendidikan. Silvia ayatullah, adalah pencetus keberadaan kampung Inggris di wilayah Kelurahan Kedungasem. Dengan berbekal pendidikannya yang merupakan lulusan Sastra Inggris Universitas Jember, Silvia memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada warga sekitar secara gratis. Selain pembelajaran bahasa inggris gratis, Silvia juga merupakan mentor bimbingan belajar bahasa inggris di kediamannya.
%20OK.jpg)
PANGAN: M. Rudi, salah satu peserta kepeloporan di bidang pangan.
Peserta keenam yang dikunjungi adalah Ferry Irawan. Berbekal meneruskan usaha yang dirintis oleh orang tuanya, Ferry adalah pelopor bidang sumber daya alam, lingkungan hidup dan pariwisata. Memanfaatkan produksi tempe warga sekitar rumahnya, Ferry mempunyai ide menciptakan keripik tempe IFA.
Menginjak sore hari, tim juri pemuda pelopor mengunjungi Museum Probolinggo di Jalan Suroyo. Di sana ada 3 peserta yang masing-masing mempunyai bidang keloporan berbeda.
Adonara Putra, adalah peserta dengan bidan kepeloporan Inovasi Teknologi. Adonara yang merupakan pentolan ajang pemilihan Duta Museum ini menciptakan sebuah barcode, yang isinya adalah seputar informasi mengenai potensi budaya di Kota Probolinggo. Berbekal barcode inilah, nantinya masyarakat mempunyai pengetahuan lebih mengenai sejarah budaya di Kota Probolinggo.
Selain Adonara, di bidang kepeloporan yang sama juga ada Unzilatur Rohmah. Perempuan yang juga merupakan tenaga pendidik di salah satu sekolah swasta ini tengah mengembangkan website yang ia beri nama “Sapa Probolinggo”.
Dengan Sapa Probolinggo, Unzi ingin memberikan gambaran secara luas tentang Kota Probolinggo, mulai dari kuliner, destinasi wisata, hingga informasi publik lainnya. Website ini masih dalam proses pematangan konsep, sehingga belum berjalan.
Peserta selanjutnya ialah siswa SMAN 2 Probolinggo. Adalah Anisa Nur Juliah, yang merupakan peserta pelopor di bidang Agama, Sosial, Budaya. Lentera Aksi adalah salah satu komunitas volunter, yang digagas Anisa. Memanfaatkan waktu luang dari rekan-rekan sebayanya, ia ingin mengajak temannya memanfaatkan waktu luangnya dengan hal yang positif. Positifnya, selain menambah relasi, ia ingin menebar kebermanfaatan bagi sesama.
Peserta terakhir yang dikunjungi tim juri pemuda pelopor adalah Christina Ana. Pelopor bidang pendidikan ini bergerak di aktivitas sosial. Bersama dengan mentor-mentornya yang tergabung dalam Afifstudyschool, ia memberikan kursus les bahasa inggris kepada masyarakat tanpa dipungut biaya. Memanfaatkan aula di Kelurahan Sukabumi, Christina Ana mengamalkan ilmunya kepada masyarakat yang ingin belajar namun terkendala biaya.
Selesai melakukan kunjungan lapangan, tim juri kemudian melakukan rapat pleno menentukan siapa saja yang lolos menjadi pelopor terbaik di tingkat Kota Probolinggo. Tim panitia seleksi menetapkan terbaik 1 di masing-masing bidang kepeloporan yang telah ditentukan. Nantinya selain pulang membawa trofi, beserta sertifikat, para juara akan menerima hadiah masing-masing bidang kepeloporan dengan nominal Rp 1.500.000. (*/mel/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)