Fakta tentang Pelantun Cilik Lagu "Corona" Asal Banyuwangi yang Viral

Dian Cahyani
Monday, 25 May 2020 18:54 WIB

VIRAL: Akbar Putra bertemu Bupati Banyuwangi Azwar Anas setelah viral karena menyanyikan lagu bertema corona.
Seorang bocah laki-laki bernama Akbar Putra Laros kini tengah viral berkat aksinya menyanyikan sebuah lagu bertema virus corona dalam bahasa Using, bahasa suku asli Banyuwangi. Bukan hanya karena tema lagunya saja yang membuatnya menarik, tapi gayanya saat bernyanyi hingga cengkok suara yang unik menjadi daya tarik bagi netizen.
DIAN CAHYANI, Wartawan Tadatodays.com
AKBAR merupakan seorang siswa yang masih duduk di bangku sekolah TK. Namun ia sudah pandai melantunkan lagu hinggavterdengar enak di telinga. Dalam lagunya yang viral itu, bocah cilik ini mengajak masyarakat untuk waspada terhadap virus corona, dengan tidak bepergian dan cukup di rumah saja. Bahkan dalam liriknya juga ada peringatan wajib memakai masker dan harus rajin mencuci tangan untuk terhindar dari virus. Menjelang lebaran yang akan datang, Akbar juga mengingatkan agar silaturahmi cukup lewat telepon saja.
Siti Almukaromah, Ibu Akbar mengatakan, awalnya tidak menyangka jika aksi putranya bernyayi akan menjadi viral. Bahkan saat ini Akbar sudah melakukan proses rekaman dan membuat video klip untuk lagu virus corona tersebut.


“Awalnya saya iseng, pas momen ramadhan ini merekam Akbar bernyanyi lagu sahur-sahur dan dijadikan status di medsos. Ternyata ada yang menyebarkan, tapi belum se-viral sekarang. Lalu ada orang yang menghubungi saya katanya tertarik lihat Akbar karena punya cengkok yang bagus,” kata Siti.
Siti pun mengaku cukup senang karena lagu yang viral dinyayikan oleh puteranya mengandung pesan yang mengingatkan orang untuk waspada terhadap virus corona.
“Semoga pesan di lagu ini bisa sampai ke masyarakat,” harap Siti.
Berikut petikan lagu Virus Corona dalam Bahasa Using
“Corona iku virus bahaya, angel tombone mergo sing ono obate. Metu ning dalan wajib kudu maskeran bolak balik wesuh tangane kudu sabunan, kadung lebaran ojo katik kelenceran silaturahmi cukup tilpun-tilpunan…”
“Corona itu virus bahaya, susah sembuhnya karena belum ada obatnya. Keluar ke jalan wajib harus pakai masker, cuci tangan sesering mungkin pakai sabun. Kalau Lebaran tidak perlu jalan-jalan, silaturahmi cukup lewat sambungan telepon…” jelasnya. (dee/hvn)



Share to
 (lp).jpg)