Fenomena “Sapon” Kembali Muncul, Ribuan Ikan Petambak di Ranu Grati Mati Mendadak

Amal Taufik
Wednesday, 14 Jan 2026 18:36 WIB

RANU: Keramba di Ranu Grati.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Ribuan ikan budidaya di Ranu Grati, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mati mendadak. Ini fenomena alam tahunan yang dikenal warga sebagai “sapon”. Peristiwa ini membuat petambak keramba jaring apung merugi, karena banyak ikan yang sebenarnya sudah mendekati masa panen.
Ketua Kelompok Tani Mina Makmur Desa Ranu Klindungan Nur Hasbullah mengatakan kematian ikan terjadi sangat cepat. Tanda awalnya terlihat dari perubahan warna air dan ikan yang naik ke permukaan danau. “Ikan tiba-tiba banyak yang megap-megap di atas. Tidak lama kemudian mati massal. Air dari dasar seperti naik membawa racun,” kata Nur Hasbullah, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, jenis ikan yang paling terdampak adalah nila dan tombro. Untuk mengurangi kerugian, petambak terpaksa melakukan panen dini, meski ukuran ikan belum maksimal. “Daripada mati semua, kami panen paksa. Ikan yang sudah mati kalau masih layak dijual, ya dilepas murah,” ujarnya.
.png)
MATI: Ikan-ikan yang mati di Ranu Grati.

Rusdi (52), petani keramba asal Dusun Bandilan I, Desa Ranuklindungan, mengungkapkan kematian ikan di Danau Ranu Grati terjadi secara mendadak dan sulit diprediksi. Menurutnya, kejadian tersebut biasanya muncul saat cuaca ekstrem, terutama ketika angin kencang disertai hujan deras. “Biasanya ikan tiba-tiba naik ke permukaan, lalu mati satu per satu. Kejadiannya sering menjelang pagi atau malam,” kata Rusdi.
Dari 24 petak keramba yang dimilikinya, enam petak berisi ikan nila dan tombro dilaporkan mati total. Rusdi memperkirakan hampir empat kuintal ikan hilang dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp7 juta.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Wahid Setyantoro, membenarkan bahwa kematian ikan tersebut dipicu fenomena upwelling akibat perubahan suhu dan cuaca ekstrem.
“Terjadi pengadukan massa air dari dasar danau ke permukaan. Endapan sisa pakan dan gas beracun naik, oksigen turun drastis, ikan tidak bisa bertahan,” jelas Wahid.
Ia mengimbau petambak untuk lebih waspada saat cuaca mendung berkepanjangan dan angin kencang. Salah satu langkah antisipasi yang disarankan yakni mengurangi pakan dan kepadatan ikan di keramba. “Kalau gejala sapon mulai terlihat, sebaiknya segera kurangi pakan dan lakukan panen lebih awal,” katanya. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)