Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-14 05:42:33

Fesyen Merah Putih Meriah, Ghazar Rizkiyah dari Pakuniran Juara

FESYEN MERAH PUTIH: Kemeriahan Fesyen Merah Putih di kawasan Alun-Alun Kota Kraksaan, Sabtu sore (13/8/2022).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemkab Probolinggo menggelar Fesyen Merah Putih di Alun-alun Kota Kraksaan, Sabtu (13/8/2022) sore. Pagelaran tersebut diiringi rintik hujan. Namun, para peserta tetap tampil maksimal.

Sebanyak 77 peserta dari berbagai kecamatan se Kabupaten/Kota Probolinggo turut memeriahkan fesyen ini. Para peserta berumur 6 sampai 51 tahun. Mereka secara bergantian berjalan layaknya model untuk memperagakan dan menunjukan karya batik yang dipakainya.

Baca Juga : UKM IAAS Unej Latih Pembuatan Pewarna Batik Alami dari Batang Tembakau

Keunikan dari pagelaran ini adalah catwalknya yang menggunakan badan jalan di kawasan alun-alun Kraksaan. Penyelenggaraan lomba fesyen ini mengingatkan pada event Citayam Fashion Week yang sedang viral.

Baca Juga : Pandemi Melandai, UMKM Batik Berangsur Bangkit

Fesyen Merah Putih di Kraksaan hari itu akhirnya dimenangkan Ghazar Rizkiyah, peserta asal Desa Pakuniran yang mengusung tema Garuda Indonesia. Juara dua diraih oleh Arifah Dwi AG dari Jrebeng Wetan. Dan Juara 3 diraih Syarafana AS dari Kraksaan.

Harapan satu diraih Sarah Amera SR dari Gending. Harapan dua diraih Trizha Nurhidayah Putri dari Maron dan harapan tiga diraih Galih Ajie Pangestu dari Kota Probolinggo.

Rizan Hidaya Putri, salah seorang peserta, mengatakan kalau event tersebut bermanfaat bagi kaum milenial. Terlebih fesyen ini mengenakan batik itu dapat memberikan dukungan kepada kaum milenial agar tidak malu untuk menggunakan batik.

Putri saat itu mengenakan batik merah putih, perpaduan batik modern. Itu merupakan produk batik tulis khas Probolinggo.  "Kalau make up-nya dari jam 8 pagi," ucap peserta asal Kecamatan Maron itu.

Putri mengaku kalau dirinya sempat deg-degan saat fesyen berlangsung, karena ia khawatir rintik hujan yang turun dapat melunturkan make upnya. "Tapi tidak pengaruh untuk penampilan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mengatakan kalau Fesyen Merah Putih itu dilaksanakan guna memberikan ruang kepada masyarakat dan UMKM, khususnya UMKM batik Probolinggo untuk menampilkan karyanya.

Untuk UMKM sendiri, termasuk UMKM batik, Timbul mengaku sudah memberikan pembinaan dan ruang yang cukup untuk meningkatkan produknya. "Semakin banyaknya UMKM akan banyak menyerap tenaga kerja," katanya.

Pertunjukan Fesyen Merah Putih itu ditutup dengan penampilan semua peserta. Beruntung, hujan deras baru turun setelah pagelaran selesai. (zr/why)