Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-20 13:09:54

Finalis Anvapro 2022; Tingkatkan Literasi Siswa dengan Perpustakaan Bergerak

LITERASI: Inovasi Perpustakaan Bergerak yang dikembangkan SMP Negeri 4 Kota Probolinggo, berhasil mendongkrak minat baca para siswa.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - SMP Negeri 4 Kota Probolinggo memiliki inovasi yang dapat meningkatkan literasi para siswanya. Namanya Perpustakaan Bergerak. Setiap kelas memiliki Duta Perpus untuk meminjam buku selama seminggu, dan buku itu disalurkan pada kelas masing-masing.

Inovasi ini menjadi salah satu finalis Anvapro 2022 kategori masyarakat umum. Senin (18/7/2022), tim juri Anvapro mengunjungi SMPN 4 Kota Probolinggo yang terletak di Jl. Sunan Ampel nomor 253, Kelurahan Jrebeng Lor.

Baca Juga : Bappeda Litbang Menggelar Puncak Anvapro 2022; Walikota: Yang Paling Penting dalam Berinovasi adalah Kemauan

Inisiator perpustakaan bergerak ini adalah Zakial Irfan, yang sekaligus Kepala Perpustakaan SMPN 4 Kota Probolinggo. Irfan mengatakan, minat baca anak di SMPN 4 terbilang masih rendah. Padahal, segala macam buku bacaan tersedia di Perpus SMPN 4.

Baca Juga : Bappeda Litbang Gelar Puncak Anvapro 2022; Walikota: Yang Paling Penting dalam Berinovasi adalah Kemauan

Lalu, Zakal Irfan mencari tahu penyebab siswa yang tidak tertarik untuk membaca. Dari hasil surveinya, ia menemukan bahwa anak malas datang ke perpustakaan, dan lebih memilih di kelas atau di kantin. “Anak-anak itu mungkin merasa bosan dengan suasana di perpustakaan,” katanya.

Untuk itu, Zakal Irfan berinisiasi membuat alur peminjaman buku, dengan membentuk duta perpustakaan, pada setiap kelas. Duta perpustakaan bertugas untuk meminjam buku di perpustakaan. Buku itu akan disimpan di pojok kelas, yang namanya pojok literasi.

Inilah konsep perpustakaan bergerak dari Irfan. Buku tidak hanya tersedia di dalam perpus, namun juga bisa terakses di setiap kelas. “Jadinya siswa tak perlu ke perpus, di setiap kelas sudah ada buku-buku,” jelasnya.

Dari inovasinya itu, dampaknya adalah budaya membaca di SMPN 4 yang awalnya hanya 10 persen dari 715 siswa, sudah berubah menjadi 70 persen. Bahkan dalam sebulan, siswa berhasil menuntaskan bacaan dua hingga tiga buku. Selain itu, perubahan wawasan dari siswa dapat dirasakan oleh guru. (alv/why)