FP2M, Komunitas Pemuda yang Lestarikan Makam Leluhur Desa

Zainul Rifan
Sunday, 01 Mar 2020 13:34 WIB

FP2M: Forum Pemuda Peduli Masyarakat berkumpul dan bertekad mengadakan kegiatan sosial yang bermanfaat Seperti "Ngaji Sejarah" acara yang mereka selenggarakan untuk mengetahui detail sejarah desanya.
Leluhur masih menjadi pihak yang dimuliakan bagi sebagian besar orang. Jasa mereka dalam kelahiran generasi berikutnya hingga membentuk lingkungan yang kondusif, sangat penting. Atas dasar itu pula sekelompok pemuda dari Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo ini melestarikan makam leluhur desanya. Proyek ini merupakan kegiatan pertama komunitas FP2M (Forum Pemuda Peduli Masyarakat)
.png)
SIANG itu, sekelompok pemuda berkumpul di salah satu musala atau surau desa. Meraka siap dengan sejumlah alat pertukangan. Mulai linggis, cetok, timba dan lainnya. Sebuah besi yang dimaksudkan untuk kijing makam juga sudah siap. Sebelum bekerja, mereka pun sejenak menikmati makanan ringan yang dikirim warga. Usai bersantai, mereka pun mulai bekerja memasang kijing untuk makam leluhur desa.
Mulanya makam leluhur Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo itu dibersihkan dari rumput. Kemudian tepian makam diberi semen dan bata baru. Setelahnya, di atas semen dipasang kijing dari besi dan direkatkan dengan semen basah.
Ditemui usai kegiatan, M. Saifullah, Ketua Komunitas FP2M (Forum Pemuda Peduli Masyarakat) mengatakan, kegiatan yang ia lakukan merupakan inisiatif sosial yang dilakukan pemuda setempat. Tujuannya untuk menguatkan nilai sejarah yang telah dirintis nenek moyangnya hingga desa ini terbentuk menjadi pemukiman yang menghadirkan kenyamanan bagi warganya.
"Awalnya kami kumpul-kumpul, agar kegiatan itu lebih bermanfaat, kami mulai merumuskan visi. Visi kami menjadikan generasi muda di desa ini lebih aktif, kreatif, inovatif, dan partisipatif," jelasnya pada Tadayodays.com.
Dari visi tersebut, menurut Saifullah, tak sulit menentukan kegiatan positif yang akan dilakukan. Dari sekian banyak kegiatan positif yang dirumuskan, akhirnya FP2M memilih untuk melakukan bhujuk atau melestarikan makam leluhur. "Makam.leluhur di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo ini cukup banyak namun dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Padahal mereka yang berjasa saat membuka desa dulu," sesalnya.
.png)
Bersama karibnya, Syaihul Islam dan Mashudi, Saifullah mengungkapkan idenya kepada sejumlah pemuda desa. Mereka tak langsung mengatakan ingin ngopeni makam leluhur. Awalnya mereka mengundang pemuda lain berkumpul dan diajak bergabung dalam organisasi FP2M ini dulu. Setelah berkumpul, barulah pemuda lain diberitahu.
Bahwa mereka akan melestarikan makam leluhur yang mempunyai peran besar terhadap sebuah desa. Ternyata pemuda-pemuda itu setuju.
Forum ini terbilang cukup sukses, karena total sudah 4 makam leluhur Desa Karanganyar yang berhasil direstorasi. Namun masih ada 31 makam lain yang menanti.

"Jika ingin bergabung dengan komunitas FP2M ini, tidaklah rumit. Hanya cukup modal ikhlas dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan komunitas tersebut," pungkasnya. (zr/hvn)
.png)
PASANG: Saifullah dan teman-temannya dari FP2M memasang kijing di makam leluhur Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Didukung Ulama, Dibantu Dana dari Masyarakat
KEGIATAN FP2M yang unik, tak lantas memiliki kendala. Kendala utama adalah ketiadaan sumber dana yang stabil. Selama ini, kelompok besutan Muhammad Saifullah yang akrab dipanggil Ipul ini mengandlakan sumbangan warga. Membuat kijing tentu butuh biaya yang tak sedikit.
"Memang selama ini kami masih dibantu warga. Namun ke depan kami juga sudah harus berfikir mengenai sumber dana utama itu dari mana," jelasnya.
Meski demikian, kegiatan nyleneh yang dilakukan FP2M ini mendapat dukungan dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton. KH. Zuhri Zaini saat mendengar ada perkumpulan pemuda ini juga meminta mereka melestarikan sejarah desa. "Dukungan juga datang dari Habib Muhammad bin Hasan Alba'aly salah satu habaib di Kecamatan Paiton. Dukungan ini sangat berarti bagi kami," imbuhnya.
Menurut pengakuan Ipul, dukungan dari keduanya didapat dengan bersedia menjadi nara sumber dalam acara ngaji sejarah desa dan haul leluhur Desa Karanganyar.
"Selain didukung ulama, dukungan warga juga sangat berarti. Sebab selama ini yang menopang pendanaan dari kegiatan yang kami lakukam adalah sumbangan dari warga. Semoga dukungan ini berlangsung terus menerus. Sehingga FP2M semakin solid dan memberikan kemashlahatan pada umat," harapnya. (zr/hvn)
.png)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)