Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-15 14:39:38

Gadis 16 Tahun di Probolinggo Dilaporkan Hilang

SPKT: JH (berkerudung), melaporkan hilangnya anaknya berinisial SR ke Mapolres Probolinggo. Saat ini, polres masih mendalami laporan tersebut.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - JH, 50, warga Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, melaporkan anaknya yang hilang dua hari lalu ke Mapolres Probolinggo, Senin (15/2/2021). Ia menduga, anaknya yang masih berusia 16 tahun, berinisial SR, itu dibawa lari oleh mantan tunangannya.

Dari pantauan tadatodays.com, sekira pukul 09.30 WIB, JH, ibu kandung SR, datang ke Mapolres Probolinggi dengan ditemani Perangkat Desa Banyuanyar Lor. Mereka masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo, untuk melaporkan kejadian tersebut.

JH menjelaskan, SR meninggalkan rumah pada Jumat (12/2/2021) sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu ia sedang ngobrol dengan anak keduanya itu.

Setelah memasuki azan magrib, obrolan diakhiri untuk melaksanakan salat. Selepas salat magrib, JH sudah tak melihat lagi keberadaan anaknya. Sempat dicari ke rumah tetangga ataupun saudara terdekat, namun tak ada yang mengetahui. Bahkan dicari ke rumah orang yang dicurigai yaitu mantan tunangannya, juga tidak ada.

JH menyampaikan, ia sudah menghubungi HP SR namun sudah tidak aktif. Sementara mantan tunangannya juga tidak ada. "Cuma pembantunya bilang, kalau orangnya (mantan tunangan SR) keluar," terangnya kepada awak media.

Diketahui, beberapa waktu yang lalu, SR bertunangan dengan pria dengan inisial AAM. Namun pertunangan itu putus, setelah AAM dilaporkan ke Polres Probolinggo oleh orangtua SR karena diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap SR, pada 01 Februari 2021 lalu.

Kasus dugaan pencabulan itu terjadi pada Oktober 2020 lalu, di rumah kakak ipar  AAM, di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Laporan kehilangan anak tersebut dibenarkan oleh Bripka Mukhtar, Paur Humas Polres Probolinggo. Ia mengatakan, polres sudah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti. "Saat ini masih dalam penyelidikan. Nanti akan kami sampaikan hasilnya," jelas Mukhtar. (zr/don)