Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-25 17:20:48

Galian dan Timbunan Tanah Proyek Jargas Dikeluhkan

TERJEBAK: Truk pengangkut keramik terjebak di lubang galian proyek jargas di Jalan Panjaitan Kota Probolinggo, karena tidak adanya rambu di lokasi galian.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Proyek galian jaringan gas (jargas) di sepanjang jalan di Kota Probolinggo, dikeluhkan sebagian pengendara. Pasalnya, timbunan tanah galian tersebut tak dilengkapi dengan rambu peringatan. Akibatnya, roda kendaraan yang melintas terjebak di galian tersebut.

Seperti yang dialami Seha Abib, 35, pengemudi truk nopol N 9066 UR, asal Kabupaten Jombang. Saat mengangkut ribuan keramik dari Surabaya menuju Kota Probolinggo, Rabu (25/8/2021), sekira 02.30 WIB, roda truknya terjebak di galian jargas di jalan Panjaitan. “Seharusnya setelah digali diberikan tanda peringatan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Baca Juga : Jembatan Diperbaiki, Lalu Lintas Jalan Raya Jabung Sisir Tersendat

Selain dikeluhkan pengendara, warga yang juga pernah melapor ke Pemkot Probolinggo dan mengeluhkan hal yang sama. Karena itu,  pemkot menggelar rapat terkait tata laksana lalu lintas. Namun, pelaksana proyek jargas tidak hadir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Agus Effendi mengatakan rapat itu dilakukan karena ada laporan warga. " Permasalahan kenyamanan pengguna jalan," kata Agus saat ditemui di kantor Dishub Jl. Suroyo.

Agus menyampaikan penyelesaian penimbunan tanah galian jargas itu disarankan untuk diaspal, dan selanjutnya akan dilakukan proses cek titik gas setelah gas siap digunakan.

Ditanyakan mengapa pelaksana jargas tidak hadir saat rapat membahas keluhan warga dan pengendara, Agus menyebutkan bahwa ketidakhadiran pelaksana proyek sudah dapat diwakilkan oleh Asisten Perekonomian Pemkot Probolinggo Setiorini Sayekti selaku koordinator proyek pembangunan.

Agus juga mengaku telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek bernama Pandu. "Kami dari forum lalu lintas, melihat di lapangan apa yang harus dievaluasi," ujarnya.

Sementara itu, Setiorini Sayekti menuturkan bahwa proyek jargas merupakan pembangunan prioritas nasional. Ia memastikan, bahwa Pejabat Pembuat Komitmen dari Pemerintah Pusat dan pelaksana jargas telah berkomunikasi dengan pemkot soal keluhan warga. Sementara posisi Pemkot Probolinggo dalam proyek nasional itu, hanya sebagai komunikator.

Perempuan yang karib disapa Rini ini menjelaskan, saat sebelum proyek dikerjakan, disepakati bahwa lokasi galian harus dilengkapi rambu-rambu peringatan. Hal itu agar lalu lintas jalan dapat dilewati dengan nyaman oleh pengendara. "Memang nantinya ada beberapa titik (galian) yang belum ditutup secara permanen,” kata Rini.

Jika sesuai rencana, pekerjaan sarana dan prasarana proyek jargas selesai di akhir Agustus atau awal September untuk 5000 titik pemasangan di tahun 2021. “Tahun 2022, pemkot dapat 5000 lagi," ujarnya. (ang/don)