Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-13 18:31:09

Gelar Festival di Marina Boom, Pemkab Banyuwangi Siap Sambut Wisatawan

MERIAH: Suasana festival yang digelar Pemkab Banyuwangi di Pantai Marina Boom. Selain menyajikan produk UMKM, juga digelar kegiatan religi, seni, budaya, dan hobi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Berbagai upaya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Menjelang Ramadan, digelar festival yang menyajikan berbagai produk makanan-minuman halal di kawasan wisata Pantai Marina Boom.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kegiatan yang digelar mulai Sabtu (10/4/2021) hingga Minggu (11/4/2021), juga menjadi syiar pada dunia Islam terkait produk halal. Di mana, sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan produk halal.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Mendirikan Lobster Center di Banyuwangi

 “Tren halal ini terus berkembang di dunia. Bahkan sejumlah negara non-muslim pun, sesudah mulai fokus mengembangkan industri wisata halal untuk meraih wisatawan,” terangnya.

Baca Juga : Berkualitas Ekspor, KKP Tertarik Dirikan Lobster Center di Banyuwangi

Pemerintah pusat menurut Bupati Ipuk, memperkirakan bahwa pertengahan tahun ini pariwisata dunia mulai bergerak seiring dengan proses vaksinasi yang telah berjalan. Karena itu, daerah menurutnya perlu menyiapkan diri.

Kegiatan semacam festival, dirancang sebagai upaya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian warga. Sekaligus ajang untuk memperkuat kesiapan produk-produk halal, khususnya pelaku UMKM guna menyambut kunjungan wisatawan. 

 “Bukan sekedar festival. Lewat festival ini sekaligus mengajak sejumlah pihak sama-sama memberikan penguatan produk daerah dalam mendorong pengembangan wisata di Banyuwangi,” katanya.

Ipuk menjelaskan, setiap festival harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari menjaga jarak antar stan UMKM, pemakaian masker dan handsanitizer bagi tiap individu, hingga meminimalisasi pembayaran secara tunai dengan sistem nontunai.

 “Insyaallah aman. Tentunya, pelaksanaan harus memenuhi syarat disiplin pada protokol kesehatan. Kami ingin ekonomi bergerak, tapi warga tidak lalai menjalankan prokes covid-19,” terangnya.

Selain berbagai produk makanan-minuman, festival yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah itu, juga digelar berbagai macam kegiatan lainnya. Seperti fashion show busana muslim, hiburan musik religi, pameran produk halal, hingga kajian tentang Islam yang ramah bagi semuanya.

Dengan background pantai yang tengah dikembangkan sebagai dermaga marina bagi yacht dan gedung heritage yang menjadi ikon Marina Boom, sederet model tampil dengan busana muslim yang didesain desainer Banyuwangi.

Mereka menampilkan busana dari 8 desainer Banyuwangi yang tergabung dalam Komunitas Designer Banyuwangi (KDB). Mereka adalah Sanet Sabintang, Amuzaki Fahim, Isyam Syamsi, Ridho Sisikmelik, Ocha Laros, Almira, dan Adlian.

Acara ini juga dimeriahkan dengan kehadiran penyanyi dangdut Fitri Carlina. Selain itu, juga ada pameran mobil klasik, sepeda dan motor modifikasi dari komunitas Banyuwangi.

Di sisi timur terdapat berbagai stan UMKM lokal Banyuwangi. Mulai makanan ringan seperti kue kering, camilan, minuman rempah, dan lainnya dengan kemasan kekinian. Juga ada UMKM busana muslim.

“Di ajang ini, pengunjung bisa berwisata, kulineran, sekaligus memperdalam ilmu agama. Kami sajikan pemahaman yang ramah pada perbedaan,” ujar Ipuk.

Kawasan Pantai Marina Boom merupakan aset PT Pelindo III yang dikelola anak perusahaannya, PT Pelindo Properti Indonesia (PPI). Direktur Utama PPI Edward Danner Pardamean Napitupulu mengatakan, event ini bentuk dukungan agar ekonomi masyarakat kembali pulih.

 “Bagi kami, ini adalah momen saatnya bangkit. Dengan kegiatan seperti ini kami harapkan agar ekonomi warga terus membaik," kata Edward.  Dalam kondisi pandemi, yang dibutuhkan adalah kolaborasi semua pihak untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi warga.

 “Kebangkitan ekonomi tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri, namun harus sinergis dengan banyak pihak. Seperti event festival ini. Kita tunjukkan pada khalayak luas, kita mulai bangkit, namun disiplin pada prokes covid 19 tetap kita junjung tinggi,” kata Edward. (*)