Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-04 17:25:19

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Puskesmas Krucil Gandeng KUD Argopuro

SADAR: Warga Kecamatan Krucil sudah banyak yang memahami pentingnya vaksinasi covid-19, dengan capaian 64 persen. Untuk itu, Puskesmas Krucil akan terus menggencarkan vaksinasi hingga target 70 persen tercapai.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Krucil terus melakukan upaya untuk percepatan vaksinasi covid-19. Saat ini jumlah vaksinasi sudah mencapai 64 persen dari target sasaran sebanyak 40.349 orang. Untuk vaksin lansia sudah mencapai 33 persen dari target sasaran sebanyak 5.069 orang.

Kepala Puskesmas Krucil Ishak, melalui Promkesnya, Imarotus Sholeha mengatakan untuk melancarkan vaksinasi ini pihaknya menggandeng pihak KUD Argopuro. Dimana bagi peternak sapi yang hendak menjual susu sapinya ke KUD harus menyertakan surat vaksin.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Dengan begitu semua peternak sapi susu pasti sudah disuntik vaksin. Inovasi vaksinasi dengan bonus pemeriksaan gratis juga dilakukan. Jadi masyarakat selain mendapatkan suntikan vaksin, kesehatannya juga dicek oleh petugas. Seperti pemeriksaan kolesterol, gula darah dan asam urat. "Perhari ada dua desa," terangnya, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga : Dinkes Kota Probolinggo Menyiapkan Vaksin Booster dengan Sasaran 8.851 Lansia

Selain itu, pihaknya juga menggandeng beberapa pihak, seperti TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Cara melakukan vaksin door to door juga dilakukan, termasuk membuka gerai vaksin malam hari bagi masyarakat yang menginginkan vaksin malam.

Meski begitu, pihaknya tetap mengalami kendala. Pertama, saat ini di wilayah Kecamatan Krucil sering turun hujan. Lalu medan yang cukup sulit dan ada beberapa yang terjal. Kondisi itu menghambat petugas untuk datang langsung ke rumah warga.

Kendala lainnya juga ada pada masyarakat yang tidak mau divaksin. Sebagian warga masih mempercayai kabar hoaks kalau vaksin sangat berbahaya bagi kesehatan. "Ada yang memang tidak mau (divaksin) tanpa alasan," katanya.

Juga banyaknya masyarakat yang minta divaksin dengan jenis Sinovac. Itu disebabkan karena pernah sekali ada kejadian salah satu masyarakat disuntik vaksin jenis Astrazeneca pada pagi hari di puskesmas setempat, dan malam harinya langsung pingsan.

ON THE SPOT: Tak hanya mendatangi rumah-rumah warga. Vaksinasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Krucil juga dilakukan ketika bertemu dengan warga di jalanan. Warga yang punya kesadaran tinggi pun, bersedia divaksin.

Karena drop itu, yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan. Namun setelah diperiksa, ternyata yang bersangkutan sama sekali bukan karena efek divaksin. "Usut punya usut, yang bersangkutan ada masalah keluarga dan bertengkar satu sama lainnya. Karena pertengkaran itu, membuat yang bersangkutan pingsan seketika," ujarnya.

Beruntung saat ini masyarakat sudah banyak yang mengetahui kebenaran kabar tersebut, dan meyakini bahwa yang bersangkutan pingsan bukan karena vaksin Astrazeneca.

Dengan begitu, masyarakat sudah mulai ada kepercayaan kalau semua vaksin aman.  Alhasil, 30 orang petugas vaksinator setiap harinya mampu menyuntik vaksin sebanyak 300 - 500 orang. "Harapannya pertengahan bulan Desember sudah 70 persen," kata perempuan yang karib disapa Ima itu.

Ima berharap masyarakat lebih sadar, dan kerjasama dengan lintas sektor terus terjalin. Dengan begitu bukan hanya puskesmas saja yang mengedukasi masyarakat agar mau divaksin, tetapi elemen masyarakat juga turun mempromosikan pentingnya vaksinasi. (zr/don)