Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-05 07:31:10

Genjot Ekspor Pertanian, Wabup Sugirah Mendapat Penghargaan Tanipreneur

PRESTASI: Wabup Banyuwangi SUgirah mendapat penghargaan sebagai Tanipreneur karena dinilai aktif dalam kemajuan pertanian di Kabupaten Banyuwangi.

SURABAYA , TADATODAYS.COM- Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah mendapat penghargaan sebagai pimpinan daerah eksekutor Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) dan Tanipreneur Daerah 2021, dari Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu).

Penghargaan diserahkan Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu) Yoyok Pitoyo pada Wabup Sugirah, dalam acara Kopitu Tanipreneur Camp & Award 2021 yang digelar di Surabaya, Kamis (4/10/2021). Hadir pula dalam acara tersebut Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Baca Juga : Capai 70,36 Per Oktober, Serapan APBD Kabupaten Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur

Sugirah mendapat penghargaan tersebut karena dinilai aktif dalam kemajuan pertanian di Kabupaten Banyuwangi. Ia juga dinilai  berperan aktif dalam menyukseskan program Gratieks dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Baca Juga : Kali Kedua, Kabupaten Banyuwangi Sabet Penghargaan Swasti Saba Wistara

Yoyok -sapaan akrabnya- mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi dari Kopitu pada tokoh yang menyukseskan program Gratieks dari Kementerian Pertanian. "Bapak Sugirah ini salah satu pemimpin daerah yang memiliki latar belakang petani dan terus berperan aktif menggenjot ekspor pertanian di Kabupaten Banyuwangi," ungkapnya.

Lebih lanjut Yoyok mengungkapkan, pengusaha mikro kecil menengah sektor pertanian ini menjadi prioritas di Indonesia. Sebab di masa pandemi, pertanian adalah salah satu sektor yang masih bisa bertahan di tengah situasi ini.

Sementara itu, Sugirah mengatakan penghargaan ini menjadikan pelecut semangat bagi pemkab untuk menggenjot hasil pertanian. Terutama untuk meningkatkan ekspor, di antaranya buah naga, porang, manggis, dan beras organik yang telah menjadi produk unggulan holtikultura di Banyuwangi.

“Buah naga sudah banyak yang diekspor, juga ada buah manggis. Selain itu, juga ada tanaman porang yang saat ini sedang dikembangkan di Kecamatan Bangorejo. Porang potensi ekspornya juga tinggi. Produk pertanian Banyuwangi berupa beras organik juga telah memasuki pasar mancanegara sejak beberapa tahun lalu,” jelasnya. (*/mus/sp)