Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-29 19:25:12

Girang dan Sedih Pedagang Fashion di Pasar Gotong Royong

MOMEN: Toko fashion di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo dikunjugi para pembeli. Namun tidak semua toko diserbu pembli. Sebagian toko tetap sepi pembeli, karena harga baju yang dijual mahal.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Beberapa pedagang di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, terutama produk fashion, sedang girang. Sebab, semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri 1443 H, omzetnya naik drastis. 

Kegembiraan diungkapkan salah satunya oleh Hj. Ifa. Perempuan yang menjual sandal, sepatu dan tas itu merasa senang karena omzetnya kini bisa naik. Dari hanya 60%, di masa menjelang lebaran ini omzetnya naik hingga 90%. “Alhamdulillah,” ujarnya.

Saat dikunjungi tadatodays.com pada selasa siang (26/04/2022), toko Ifa terlihat ramai pembeli. Menurut Ifa, sudah dua pekan tokonya ramai pengunjung. Ia berharap, permasalahan covid-19 bisa segera teratasi. Sehingga pengunjung tokonya bisa kembali stabil, meski di hari-hari biasa.

Namun, tidak semua pedagang fashion di Pasar Gotong Royong merasakan kegembiraan di masa jelang lebaran ini. Ada pula yang sedih karena omzetnya justru menurun. Ini diungkapkan salah satunya oleh Andrin, seorang pedagang pakaian. “Omzet saya menurun, pakaian ada yang mahal. Pandemi juga belum usai,” ungkapnya.

Andrin memperkirakan, penurunan omzetnya terjadi karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, dampak pandemi covid-19. Selain itu, produksi pakaian juga terdampak pandemi, sehingga harganya cenderung ikut mahal. Karena itu, andrin berharap agar masalah harga ini bisa segera pulih.

Menurut Andrin, pengunjung Pasar Gotong Royong di masa jelang lebaran ini memang ramai. Masa paling ramai ialah dari pukul sembilan pagi sampai waktu dzuhur, dan pukul tujuh malam sampai dini hari. Sayangnya, menurut Andrin, tak sedikit yang urung beli pakaian karena faktor harga yang mahal. “Kalau malam, dari waktu buka sampai jam 11 sepertinya,” ucapnya. (alv/don)