Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-31 14:58:35

GMNI bersama Buruh dan Petani Demo, Menolak Pengendalian Tembakau

TEMBAKAU: Aktivis GMNI Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember bersama buruh dan petani tembakau dalam aksinya, Selasa (31/5/2022), menolak pengendalian tembakau.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember bersama buruh dan petani tembakau menggelar aksi demonstrasi, Selasa (31/5/2022).  Dalam aksi demo di depan gedung DPRD Jember itu mereka menyuarakan penolakan terhadap pengendalian tembakau. 

Aksi demonstrasi itu digelar bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (31 Mei). GMNI menyatakan menolak adanya peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Sebab,peringatan tersebut hanya membuat para petani dan buruh tembakau terpuruk. "Hari tanpa tembakau sedunia hanya menghilangkan eksistensi tembakau dan masyarakat petani tembakau," kata aktivis GMNI Vicky Arlensius dalam orasinya.

Baca Juga : Menantu Bupati Masuk Tim Ahli, LSM Demo Tuding Bupati Hendy Nepotis

Selain itu, GMNI juga menolak adanya kenaikan cukai hasil tembakau (CHT). Sebab, adanya CHT dinilai akan sangat merugikan industri tembakau seperti pabrik rokok, buruh pabrik, dan petani tambakau. "CHT yang terus menerus naik menyebabkan petani tembakau mengalami kerugian. Sebab, harga tembakau tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, kenaikan CHT akan membuat industri rokok melakukan PHK masal kepada buruh untuk memangkas biaya yang keluar," katanya.

Baca Juga : AKJ Datangi DPRD Jember, Minta Koperasi KJHS Dibubarkan

Tak hanya itu, GMNI Jember juga manyatakan beberapa sikap. Di antaranya ialah mendesak Pemerintah Kabupaten Jember untuk melakukan transparasi alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) kepada masyarakat Jember. Mendesak Pemkab Jember untuk mengatur distribusi pupuk subsidi dan bantuan langsung tunai (BLT) agar tepat sasaran.

Berikutnya, GMNI mendesak Pemkab dan DPRD Jember melakukan evaluasi pelaksanaan Perda nomor 7 tahun 2003 tentang pengusahaan tembakau, dan mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Pertembakauan.

Menyikapi suara demonstran, Sekretaris Komisi B DPRD Jember David Handoko Seto memastikan pihaknya akan tetap bersama petani tembakau dan mahasiswa. "Kami pastikan bahwa DPRD bersama petani tembakau dan mahasiswa untuk meminta kembali review tentang RUU Pertembakauan di DPR RI yang tadi kata petani sudah hilang dari peredaran," katanya.

Selain itu, secara pribadi David juga menolak hari anti tembakau sedunia. Sebab menurutnya, faktanya Kabupaten Jember adalah penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. (bp/why)