Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-09 21:14:54

Gubernur Datang, Janji Bangun Jembatan Gantung yang Ambruk

MENINJAU: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang melihat kondisi jembatan gantung Kregenan, Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang ambruk.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan segera membangun jembatan sebagai pengganti jembatan gantung yang ambruk di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Hal itu diungkap Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi ambruknya jembatan gantung tersebut, Jumat (9/9/2022) sore.

Gubernur mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, guna secepatnya membangun jembatan pengganti. Biaya pembangunannya akan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) milik pemprov. "Untuk bisa menggantikan posisi hari ini," terangnya pada awak media.

Baca Juga : Nelayan Mengeluh Kesulitan BBM, Gubernur: Sampaikan Usulan Kebutuhan

Menurutnya, pembangunan jembatan di tempat tersebut perlu dilakukan sesegera mungkin. Sebab, jembatan itu merupakan akses masyarakat Pajarakan menuju Kraksaan atau sebaliknya.

Baca Juga : Kunjungi SMKPK Puger, Gubernur: Studi Karakter Cukup ke Sini

Diketahui, jembatan gantung Kregenan menjadi penghubung warga Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan dengan Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan. Jembatan itu ambruk pada Jumat (9/9/2022) pukul 07.30 saat dilintasi pelajar dan guru SMPN 1 Pajarakan yang tengah jalan sehat memperingati Hari Olahraga Nasional.

Ada 36 siswa dan beberapa guru yang terjatuh akibat ambruknya jembatan tersebut. Lalu sempat ada belasan siswa yang dirujuk ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, lantaran mengalami luka serius.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menyempatkan diri menjenguk para korban yang dirawat di RSUD. Khofifah meminta Pemkab Probolinggo betul-betul memperhatikan dan memberi penanganan yang baik kepada para korban. "Baik perawatannya maupun trauma healingnya," kata Gubernur.

Sedangkan Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak terkait. Hanya saja untuk saat ini pihaknya fokus pada kondisi korban.

Menurutnya, ada 16 orang yang sempat dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Namun, yang dirawat inap ada 10 orang. "Semua biaya akan ditanggung pemda," kata Sekda memastikan. (zr/why)