Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-04 20:37:47

Gudang Tembakau yang Buka, Utamakan Petani Lokal Probolinggo

BUKA: Sejumlah petani menurunkan tembakau dari kendaraan untuk disetorkan ke salah satu gudang yang telah buka.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sejumlah perwakilan gudang tembakau di wilayah Kabupaten Probolinggo memastikan, hanya akan mengambil tembakau dari petani lokal. Salah satu yang sudah buka, CV. Sumberanyar yang terletak di Kecamatan Paiton ini sudah menyerap 300 ton tenbakau lokal.

Gudang yang mulai buka pada 15 Juli 2020 ini target yang ingin dicapai sekitar 500 ton. Bambang Wahyudi, pimpinan gudang CV. Sumberanyar mengatakan 300 ton yang sudah masuk dari hasil panen petani lokal, khususnya daerah Kecamatan Paiton. Gudang direncanakan buka hingga Oktober mendatang.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

"Karena memang orderan pabrik, saya ngajukan contoh ke pabrik, ternyata pabrik cocok. Kami tidak terima barang luar (daerah)," tuturnya pada Kamis (3/9/2020).

Baca Juga : Pupuk Langka, Gapero Sarankan Tanam Tembakau Tanpa Pupuk

Target tersebut, dikatakan Bambang masih bisa berubah, mengingat tahun sebelumnya serapan tembakau mencapai 700-800 ton.

"Kalau harga dimulai dari Rp 26 ribu untuk daun bawah, sampai harga Rp. 36 ribu untuk daun tengah dan atas, tergantung kualitas dari tembakaunya itu sendiri," jelasnya.

CV Sumberanyar ini menaungi 3 CV sekaligus, yakni CV 92, CV Nuroyono Kudus dan CV Gandung Malang.

"Ini Nuroyono belum jalan. Kalau Nuroyono jalan, saya harga bisa lebih mahal dari pabrik-pabrik lainnya," ucapnya pada Tadatodays.com.

Hal senada disampaikan Hadi, petugas gudang CV Rejo Hasil. Ia mengatakan bahwa target pengambilan tembakau tahun ini sebanyak 1.100 ton dan sekarang gudangnya masih menampung 400 ton dengan harga kisaran antara Rp 26-30 ribu.

"Kami tidak ambil dari luar, kami mengambilnya dari daerah sini saja. Karena yang dari mutunya tidak cocok dengan kami," jelasnya.

Sementara PT. AOI (Aliansi One Indonesia) menjadi salah satu gudang tembakau yang belum buka. Terletak di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo gudang ini memsok tembakau ke pabrik rokok Apache di Pasuruan.

Iba Suwasono, manajer AOI mengatakan gudang masih tutup karena belum ada permintaan dari pabrikan rokok. "Nanti kalau sudah ada, maka saya akan langsung buka gudang ini," ungkapnya pada Tadatodays.com

Karena belum buka, dia belum bisa memastikan berapa ton tembakau yang akan diambil. Namun jika mengacu pada tahun sebelumnya, serapan mencapai 800 ton tembakau.

"Belum bisa menargetkan. Kalau kemarin 800 ton, itu membeli sesuai apa yang diminta. Mengenai harga kami masih belum tahu, kalau kita dulu 38 sampai 40 ribu," jelasnya.

Meski sampai saat ini masih belum dibuka, ia tetap menyampaikan jika pihaknya mengutamakan tembakau dari petani lokal. (zr/hvn)