Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-05 19:39:06

Gudang Tutup, Kepala Desa di Kecamatan Paiton Inisiatif Beli Tembakau Warganya Agar Tidak Rugi

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tutupnya sejumlah gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo membuat Hartono, Kepala Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, kabupaten setempat resah. Pasalnya, ada 800 warga desanya yang pekerjaan utamanya bertani tembakau. Karena itu, dia pun berinisiatif membeli tembakau milik warganya agar tidak mengalami kerugian.

Hartono mengatakan bahwa pembelian tersebut ia lakukan karena melihat tembakau milik warganya masih banyak yang belum dipanen. "Saya lihat petani membutuhkan untuk makan setiap harinya, karena hasil petani sekarang otomatis gak nutut. Karena memang pupuknya mahal. Saya membeli dari petani, karena banyak yang numpuk tidak laku," tuturnya pada Tadatodays.com. Kamis (5/11/2020).

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

Ia mengaku gudang tembakau sendiri sudah tutup sejak tanggal 28 Oktober 2020 lalu. Meski sudah tutup, tembakau yang ia beli dari warganya itu akan tetap akan dijual ke salah satu gudang yang ada di wilayah Kecamatan Paiton.

Baca Juga : Pupuk Langka, Gapero Sarankan Tanam Tembakau Tanpa Pupuk

Itu dikarenakan ia sudah mendapat mandat agar tetap membeli tembakau petani sampai betul-betul sudah habis, hanya saja harus diracik agar bagus. Harga yang ditaksir pun beragam, mulai dari 15-17 ribu tiap kilonya. Harga itu sudah sesuai dengan kualitas tembakau yang kian menurun akibat seringnya turun hujan di wilayah sekitar.

"Untungnya ada Gudang Garam yang mau beli, kalau gudang yang lain tidak. Bosnya yang di gudang itu bilang ke saya, Pak Tenggi kalau dari petani itu masih ada, ambil terus tak apa-apa. Tapi harus diracik agar bagus," jelasnya.

Sementara itu, Abdul Rohim, salah satu warga yang bekerja sebagai petani mengaku senang tembakaunya bisa terbeli. Karena jika tidak, maka ia bisa mengalami kerugian.

"Iya masih untung dibeli Pak Tenggi ini mas, kalau tidak dibeli bisa rugi mas. Di sawah saya masih ada (yang belum dipanen). Kalau harganya, punya saya tadi dibeli 17 ribu," tandasnya dengan wajah penuh syukur. (zr/hvn)