Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-04 19:27:03

Gunung Semeru Erupsi Hebat, Warga Lari Ketakutan, Jembatan Perak Putus

DARURAT: Gumpalan awan panas dari kawah Gunung Semeru membuat warga Desa Supit Urang, berlarian ketakuatan. Rumah-rumah warga pun langsung dipenuhi abu vulkanik.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, mengalami erupsi hebat pada Sabtu sore, 4 Desember. Warga yang berada di sisi selatan kaki Gunung Semeru, jalur bergeraknya gumpalan awan panas atau yang disebut wedus gembel, berlarian ketakutan. Bahkan, jembatan perak penghubung Lumajang dan Malang putus akibat terjangan wedus gembel dan beratnya beban material abu vulkanis yang menutupi badan jembatan.

Dari informasi yang dihimpun tadatodays.com, erupsi Gunung Semeru terjadi sekira pukul tiga sore. Sebelum memuntahkan wedus gembel, terdengar suara gemuruh yang cukup kuat dari kawah gunung setinggi 3676 mdpl itu.

Baca Juga : Jembatan Gladak Perak Putus, Gubernur Berharap Bangun Jembatan Gantung

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Berikan Bantuan Kepada Korban Erupsi Gunung Semeru

EVAKUASI: Warga yang memiliki kendaraan pikap langsung mengevakuasi warga lainnya ke tempat yang lebih aman. Evakuasi juga dilakukan oleh BPBD Lumajang.

Tak lama kemudian, kawah Gunung Semeru memuntahkan kepulan awan panas yang mengarah ke Dusun Curah Koboan, Desa Supit Urang, Kecamatan Projoniwo, Lumajang. Langit Desa Supit Urang langsung gelap, dan rumah warga tertutupi abu vulkanik. Sementara warga setempat berlarian menyelamatkan diri.

Tak hanya permukiman warga yang tertutupi abu vulkanis. Aliran sungai yang mengarah ke Jembatan Perak, langsung dipenuhi abu muntahan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

AKSES UTAMA: Jembatan Perak penghubung Lumajang dan Malang, putus. Diduga, putusnya jembatan ikonik itu karena diterjang lahar panas Gunung Semeru yang memenuhi aliran sungai di bawah jembatan tersebut.

Sementara dari video yang beredar, Jembatan Perak penghubung Lumajang dan Malang putus. Belum ada keterangan resmi dari BPBD Kabupaten Lumajang, terkait putusnya jembatan ikonik tersebut. Pasalnya, saat wartawan tadatodays.com berada di Desa Supit Urang, personel BPBD masih sibuk mengevakuasi warga terdampak.

Hingga pukul 7 malam, proses evakuasi warga Desa Supit Urang masih berlangsung. (ang/don)