Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-29 08:33:19

Gus Ipul Kampanyekan Kota Sehat dan Kota Cerdas untuk Majukan Kota Pasuruan

DEKATI WARGA: Gus Ipul berkampanye di Perum Pesona 4, Keluruhan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Ia menjelaskan konsep Kota Cerdas dan Kota Sehat yang menjadi targetnya memajukan Kota Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Calon Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengkampanyekan gagasan Kota Sehat dan Kota Cerdas demi memajukan Kota Pasuruan. Kota Cerdas yakni kota yang dibangun dengan basis pendidikan dan pelayanan optimal. Sementara Kota Sehat yakni layanan kesehatannya bisa menjangkau seluruh masyarakat.

Hal itu ia sampaikan kala bertemu dengan warga Perum Pesona 4, Keluruhan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuran, Selasa (27/10/2020) sekira pukul 20.00 WIB. Dalam kampanye yang dikemas dengan kegiatan “Cangkruk Bersama Gus Ipul”, mantan Wakil Gubernur Jatim dua periode itu menyampaikan terkait gagasannya.

Baca Juga : Cabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko Kampanyekan Program Rp 100 Juta Per Dusun

Gus Ipul menerangkan bahwa ada 4 kesejahteraan yang dibutuhkan warga. Di antaranya urusan kesehatan, pendidikan dan keterampilan, lapangan pekerjaan dan kehidupan layak.

Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Kota Pasuruan 2020, Gus Ipul-Mas Adi Menawarkan 3 Solusi, Teno-Hasjim Pertahankan Prestasi

Pertama, urusan dipersiapkan sejak di dalam kandungan hingga masa tua. Kedua menempuh pendidikan dan mendapatkan keterampilan. Dengan modal keilmuan dan keterampilan, maka warga bisa menciptakan lapangan kerja atau menjadi tenaga kerja. Ketika semua tercukupi, maka target hidup layak bakal terealisasi.

“Orang yang hidupnya layak ada beberapa indikasi, yakni sandang, pangan, dan papan yang tercukupi. Itulah sebenarnya tujuan dasar pembangunan yang sudah mantap,” katanya.

Dalam layanan kesehatan, dikatakan Gus Ipul, masih banyak dilaporkan keluhan atas pelayanan rumah sakit pemerintah. Sehingga masyarakat Kota Pasuruan banyak yang berobat ke Bangil dan Malang.

Selain soal kebutuhan dasar, Gus Ipul juga mengkritisi soal tidak masuknya Kota Pasuruan dalam 100 Smart City. Padahal, dengan program tersebut, pelayanan publik diakuinya jauh lebih cepat.

ANTUSIAS: Warga memadati lokasi kampanye yang dikemas dengan kegiatan “Cangkruk Bersama Gus Ipul”.

Gus Ipul mencontohkan soal Kota Surabaya. Di mana layanan digitalnya sangat luar biasa. “Misalnya ada surat masuk, kepala dinas wajib merespons tidak lebih dari 10 menit. Kalau tidak merespons, maka dia diberi sanksi. Tapi kalau direspons cepat, diberikan penghargaan. Jadi, kalau di rumah sakit, tidak perlu menunggu antrean karena sudah bisa mendaftar online,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia berharap RSUD Dr. Soedarsono bisa melakukan pelayanan yang bersifat digitalisasi seperti itu. Secara preventif, pelayanan perlu kecepatan dalam penindakan kesembuhan masyarakat agar IGD dapat menjamin kesehatan. “Sehingga layanan teknologi dapat lebih cepat dan murah,” katanya.

Tak hanya itu, dalam konsep Kota Cerdas Gus Ipul menawarkan akses wifi gratis di titik warga berkumpul. Gunanya untuk membatu orang-orang yang tidak punya akses. “Setelah hotspot, kita fasilitasi laptop. Nanti itu bisa dimanfaatkan untuk pemasaran UMKM. Trainernya akan didatangkan juga,” jelasnya.

Tak hanya itu, Gus Ipul juga mengajak warga selalu menebar kebaikan. “Kebaikan tidak pernah rusak, hilang, dan hancur. Karena kebaikan akan tetap dikenang,” jelas politisi yang berpasangan dengan Adi Wibowo tersebut. (ang/sp)