Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-02 20:04:52

Harapan Mereka untuk Pemkab Probolinggo

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemulihan ekonomi tetap menjadi perhatian Bupati-Wakil Bupati Probolinggo tahun depan. Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari mengatakan, rencana pembangunan tahun depan tetap fokus pada penanganan Covid-19.

Tema pembangunan Kabupaten Probolinggo tahun 2021 ditetapkan berdasar sinergitas dari tema pembangunan nasional dan provinsi yaitu, "Mempercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat dengan Fokus Pemulihan Industri, Pariwisata, Investasi, Kesehatan dan Infrastruktur di Kabupaten Probolinggo".

Baca Juga : Kemendagri Beri Nilai Tinggi untuk Penyelanggaraan Pemerintahan di Kabupaten Probolinggo

Maka dari itu, Pemkab pun memprioritaskan lima fokus rencana pembangunan tahun depan. Di antaranya pendidikan, kesehatan, produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan.  Perluasan kesempatan kerja untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah ekonomi dan pariwisata.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

KH. Sihabuddin Sholeh, Ketua PCNU Kota Kraksaan mengatakan, progam yang dilakukan oleh Kabupaten Probolinggo sudah cukup baik. Hanya saja di masa pandemi ini progam yang tersusun tersebut tertunda. Penanganan dalam mencegah penyebaran covid-19 ini juga sudah maksimal.

"Sementara kegiatan yang mengarah ke progam lebih baik itu masih fokus terhadap covid-19. Insyaallah setelah ini harapannya apa yang menjadi niatan bulat nawa hati terwujud setelah selesainya covid-19," paparnya.

Di samping itu, Lindri Yuliana, anggota kelompok UMKM produksi udeng batik Paiton, mengatakan bahwa sebelum masa pandemi, UKM yang baru satu tahun dirintisnya ini masih bisa menghasilkan produk dan diminati masyrakat. Namun saat masa pandemi, usaha vacum. Sehingga banyak anggotanya yang menganggur.

"Harapan kami agar pemerintah memberikan bantuan terkait penjualan produksi kami. Jujur kami tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Jika kami tidak bisa mendapatkan bantuan dana, paling tidak pemerintah dapat membantu usaha kami dengan menyediakan peluang penjualan untuk usaha kami," tuturnya penuh harap.

Sementara itu, Shodik, petani asal Desa Sumberan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo mengatakan bahwa wabah corona ini memukul petani. Pasalnya di tahun 2020 ini petani diuji dengan kelangkaan pupuk dan murahnya harga tembakau. Untuk itu ia berharap pemerintah juga memerhatikan nasib petani agar di tahun berikutnya tidak terjadi hal yang sama.

"Kalau tahun kemarin masih enak mas, lumayan lah. Kalau tahun sekarang ini, mana pupuk sulit, mahal pula. Pas harga tembakau ya seperti sekarang ini (lebih murah, Red.) tidak seperti tahun lalu. Kami harap ya bagaimana pemerintah bisa melakukan sesuatu agar tahun depan tidak seperti ini lagi," harapnya.

Di lain sisi, Decky Sugi Aditya, Ketua Pengelola Pantai Mangrove Seruni Randutatah mengatakan di masa pandemi ini semua menjadi sulit. Hingga berdampak pada penurunan pendapatan di sektor wisata.

"Kerumunan kan dilarang, wisata buka tetapi kan harus 50 persen pengunjungnya agar bisa jaga jarak. Ya secera otomatis kalau pengunjung berkurang pemasukan juga berkurang. Harapannya pemerintah memberikan solusi terbaik bagaimana nasib wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo ini," tuturnya.

Terpisah, dr. Mirrah Samiyah, Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) mengaku pemerintahan yang dijalankan oleh pasangan Hj Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko ini sangat mendukung organisasi yang ada di Kabupaten Probolinggo. Turut andil dalam kemajuan organisasi yang ada. Juga selalu mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh sebuah organisasi.

"Tentunya beliau sangat support kepada kami organisasi-organisasi kemasyarakatan, yang memang memiliki kontribusi positif. Kegiatan-kegiatan yang bisa saling melengkapi antara pemerintah dan organisasi. Konsep kehati-hatian yang selalu beliau utamakan, beliau juga sangat teliti dalam menerapkan protokol kesehatan," papar dokter yang juga sebagai Ketua DPK Perempuan Tani Kabupaten Probolinggo ini.

Untuk itu ia berharap kepemimpinan Hati ini diberikan kemudahan dalam menjalankan progam selanjutnya. Hingga jika sampai pada masa khidmat-nya selesai, diharapkan akan berakhir dengan kepemimpinan yang khusnul khotimah. (zr/hvn)