Harga Emas Meroket, Pedagang Kelimpungan

Dian Cahyani
Dian Cahyani

Wednesday, 08 Apr 2020 17:57 WIB

Harga Emas Meroket, Pedagang Kelimpungan

TRANSAKSI: Beberapa pembeli melakukan transaksi di Toko Garuda Mas, Pasar Banyuwangi.

BANYUWANGI,TADATODAYS.COM -  Sejumlah pedagang emas di Pasar Banyuwangi mengeluhkan sepinya permintaan. Itu terjadi karena harga emas yang semakin mahal karena terdampak wabah corona.

Winda (52) pemilik toko emas ‘Garuda Mas’ di Pasar Banyuwangi mengatakan, kenaikan harga emas bisa mencapai Rp 75 ribu per gram. Sebelumnya Winda menjual emas dengan harga Rp 275 per gram, namun kini ia menjual hingga Rp 375 ribu.

Pedagang yang telah berjualan emas sejak 20 tahun lalu ini mengatakan, kenaikan harga emas ini membuat tokonya kian sepi dari pembeli. Terhitung sejak awal Maret. “Ya seneng kalau harga naik, tapi kalau tidak diimbangi dengan permintaan, ya susah juga. Penurunan pembeli kira- kira 50-60 persen lah,” paparnya kepada TadaTodays.com, Selasa (7/4/2020).

Senada dengan Winda, Imel (32) pemilik toko emas lainnya yang berada di Pasar Banyuwangi mengaku pasrah dengan kondisi pasar.  Imel, sudah merasakan sepinya pembeli sejak awal pertengahan Januari berlanjut ke bulan Februari dengan tingkat penurunan pembeli lebih dari 50 persen. “Harga emas mengalami kenaikan. emas murni kita, kadar 70 persen harganya dari Rp 600 ribu bisa mencapai Rp 650 ribu. Nah, pembelinya menurun akibat corona ini. Biasanya kalau mau lebaran ya lumayan ramai,” paparnya.

Sementara itu, salah satu tempat gadai emas di Banyuwangi kota juga mengeluhkan sepinya nasabah. Sebab semakin banyak nasabah yang melakukan penebusan dan menjualnya kembali ke toko-toko dan makelar emas. Rina Septiana, Ka Unit Banyuwangi Gadai Mas, mengatakan harga emas gadai selama pandemi corona berada di nominal Rp 670 Ribu untuk 24 Karat. “Harganya sih fluktuatif mbak setiap harinya,” pungkas Rina. (dee/hvn)


Share to