Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-24 12:48:54

Harga Gabah Anjlok, Petani Probolinggo Tolak Impor Beras

TEGAS: Ketua Kelompok Tani Lestari Jaya di Keluruhan Kebonsari kulon, Kecamatan Kanigaran Hasan Prasojo, secara tegas menolak rencana pemerintah untuk impor beras.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras mendapat penolakan dari petani di Kota Probolinggo. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai mempegaruhi harga penjualan Gabah Kering Panen (GKP). Per Selasa (23/3/2021), harga GKP menyentuh Rp 3.250 per kilogramnya.

Menurut Hasan Prasojo, Ketua Kelompok Tani Lestari Jaya di Keluruhan Kebonsari kulon, Kecamatan Kanigaran, mengatakan, angka tersebut merupakan terendah dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 4.500 per kilogram.

Baca Juga : ADPI Jawa Timur Beber Penyebab Petani Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

Menurutnya, penurunan itu muncul sejak beredarnya rencana impor beras. “Menolak karena merugikan petani lokal," ujarnya.

Baca Juga : Tiga Petani Tersambar Petir, Satu Tewas, Satu Alami Gangguan Pendengaran

Pria yang juga membudidaya tanaman melon itu mengatakan, diperkirakan, sebelum panen raya di Kota Probolinggo pada bulan April akan berdampak pada ketidakseimbangan harga produksi petani. "Petani hanya meraup keuntungan sedikit," katanya.

Pria yang membawahi 35 anggota di kelompok taninya itu menggambarkan, jika petani memiliki lahan seluas 1 hektare maka biaya produksi ditaksir Rp 18 juta. Sedangkan hasil panen yang didapat dari luas lahan itu sebanyak 6 ton. "Jika dikalkulasikan petani hanya dapat 1,5 juta," tuturnya.

Ia juga menyampaikan, rata-rata petani di Kota Probolinggo memiliki lahan pertanian seluas sepertiga hektar. Apalagi, menurutnya, untuk menaikkan kualitas harga jual dari GKP ke harga Gabah Kering Giling (GKG) serta menjadi beras, tidak mudah.

Hasan menyebut, bahwa petani tidak memiliki lahan untuk mengeringkan. Sementara keberadaan lumbung padi harus bergantian antarpetani, karena disediakan pemerintah. “Belum lagi kondisi hujan," katanya.

Maka dari itu, Hasan berharap agar dapat distabilkan dan dapat menguntungkan petani selama satu kali panen. (ang/don)