Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-14 15:29:26

Harga Kebutuhan Pokok Selalu Naik di Akhir Tahun, Ini Rinciannya

HARGA: Daging dan cabai rawit, adalah sederet kebutuhan pokok yang harganya naik di pertengahan Desember tahun ini. Selain karena tingginya permintaan saban akhir tahun, kenaikan harga itu juga disebabkan adanya gagal panen.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun selalu naik. Begitu juga dengan jelang tutup tahun 2021. Dimana, harga cabai mulai merangkak naik di kisaran 75 ribu rupiah perkilogram.

Pedagang sayur di Pasar Baru Kota Probolinggo, Suep, 55, asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, mengatakan komoditas sayur yang naik adalah cabai rawit yakni Rp 75 ribu perkilogram. “Empat hari lalu masih 68 ribu,” ujarnya.

Baca Juga : Pedagang Minta Pemerintah Tekan Naiknya Harga Kebutuhan Pokok

Selain cabai, lanjutnya, harga sayur selada juga naik yakni Rp 50 ribu perkilogram. Padahal, mulanya harga selada di angka Rp 20 ribu. “Dikarenakan curah hujan dengan intensitas tinggi di bulan Desember,” katanya.

Baca Juga : Harga Cabai Rawit Meroket, Ini Penyebabnya

Jika cabai rawit dan selada harganya naik, berbeda dengan harga tomat, bawang bombay dan cabai besar yang masih tetap. Untuk tomat seharga Rp 6 ribu perkilogram, bawang bombay Rp 18 ribu perkilogram, dan cabai besar Rp 35 ribu perkilogram.

Naiknya harga cabai rawit itu tidak hanya dibenarkan oleh penjual, tapi juga pembeli. Duwi, 23, seorang pembeli yang juga membuka warung makan asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, mengaku telah mengetahui jika harga cabai rawit terus naik.

Nah, karena cabai rawit terus meroket, ia pun mengakali sambal di warung makannya dengan campuran cabai rawit segar cabai kering. "Karena pembeli banyak yang suka cabai," ucapnya.

Sementara itu, Sukarni, 50, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, mengatakan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Menurutnaya, harga daging sapi kelas super juga naik menjadi Rp 120 ribu perkilogram. “Sejak 20 hari lalu,” kata Sukarni.

Dikatakannya, kenaikan harga daging menjelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru) sudah biasa terjadi. "Ini akan naik terus sampai nataru," katanya

Senada dengan Sukarni, Muriana, 38, menuturkan daging ayam juga naik di harga Rp 35 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu. "Kalau mengulak harganya 23.500," ujarnya.

Sementara itu, penjual sembako bernama Sukastri, 54, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, menyampaikan harga minyak goreng saat ini juga naik. Seperti minyak merk “Sunco” yang menembus Rp 40 ribu.  "Harga sebelumnya 30-35 ribu," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati mengatakan bahwa kenaikan komoditas tersebut disebabkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat menjelang nataru.

Sehingga, lanjutnya, harga mengalami kenaikan. "Kenaikan ini juga terjadi di daerah lain, di luar Kota Probolinggo," kata perempuan yang karib disapa Fitri ini.

Fitri mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog setempat terkait meroketnya harga minyak goreng dan sembako lainnya.

Sementara dari hasil komunikasi DKUPP dengan daerah lainnya, diketahui bahwa kenaikan harga itu terjadi juga disebabkan gagal panen. (ang/don)