Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-12 12:58:10

Harga Kedelai Mahal, Harga Tahu dan Tempe Tetap

PERDAGANGAN: Penjual di pasar tradisional Blambangan, Banyuwangi, tidak menaikkan harga jual tempe dan tahu meski harga kedelai naik.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Harga kedelai yang menjadi bahan baku pembuatan tahu dan tempe mengalami kenaikan. Akan tetapi, para pedagang tahu dan tempe di Banyuwangi memilih tidak menaikkan harga jual agar tak kehilangan pembeli.

Diketahui, saat ini harga jual kedelai di Banyuwangi di kisaran Rp 10 ribu, dari semula antara Rp 7-8 ribu.

Baca Juga : Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe di Probolinggo Terpaksa Kecilkan Ukuran

Salah satu pedagang di pasar tradisional Blambangan Banyuwangi, Widiya, 27, mengatakan, sebelum harga kedelai mahal, harga tahu dalam satu embernya seharga Rp 60 ribu. "Pengambilan ke produsen kini mencapai Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu," kata Widiya, saat ditemui pada Senin (11/1/2021) kemarin.

Dia menyebut, meski harga tahu di tingkat produsen naik, namun untuk harga ecer yang ia jual ke pelanggannya tetap sesuai harga awal. Tapi agar tidak merugi, Widiya memilih memperkecil ukuran tahu yang dijualnya. "Kalau harga tahunya dinaikkan, berat kepada pembeli. Takutnya berhenti (membeli)," katanya.

Selama melayani pembeli, Widiya sampai harus menjelaskan kepada pembeli terkait kecilnya ukuran tahu miliknya. Menurutnya, pembeli lebih memilih ukuran tahu lebih kecil dengan harga tetap, daripada ukuran tahu tak dikurangi namun harganya mahal.

Tak hanya tahu, Widiya juga mengurangi ukuran tempe yang dijualnya. Kini tempe yang dijual Widiya harganya tetap yakni Rp 6 ribu untuk satu lonjornya. "Tempe awalnya tebal, setelah harga naik jadi agak tipis," jelasnya.

Sementara, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Suminten membenarkan jika harga kedelai mengalami kenaikan. Menurutnya, harga kedelai naik secara signifikan sejak 23 Desember 2020 lalu. Untuk di tingkat grosir, harga awal Rp 8.750/kg menjadi Rp 9.000/kg. “Sementara harga eceran di tingkat pedagang Rp 9.500-10.000/kg," terangnya. (peb/don)