Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-21 15:20:08

Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu Kurangi Jumlah Karyawan

KEDELAI: Seorang karyawan pabrik tahu di Jalan Ir. Sutami Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, memotong tahu dengan ukuran yang lebih kecil. Hal itu dilakukan karena mahalnya harga kedelai.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Harga kedelai kembali mengalami kenaikan selama sebulan terakhir. Kenaikan itu berdampak pada pengurangan produksi tahu di Kota Probolinggo. Bahkan, produsen sampai mengurangi jumlah karyawan demi efisiensi biaya produksi.

Seperti yang dilakukan oleh Hapied, 40, produsen tahu di Jl. Ir. Sutami Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih. Agar produksi tahu milik tetap berjalan, ia harus memperkecil ukuran tahu dan memberhentikan tiga orang karyawannya.

Saat ditemui di rumahnya, Senin (21/2/2022) sekira pukul 11.00 WIB, ia terlihat tengah sibuk produksi tahun bersama 6 orang karyawan. Tungku pemanas dan mesin penggiling kedelai terus juga terlihat beroperasi.

Para karyawan sudah di posisi masing-masing. Ada yang mengaduk cacahan kedelai, mencetak dan memotong tahu yang siap dijual. Sementara, penjual tahu keliling sudah menunggu untuk mendapatkan produksi Hapied.

Hapied mengatakan, harga kedelai terus mengalami kenaikan. Dalam sehari, bisa sampai tiga kali naik. Dengan begitu ia mengakali produksinya dengan cara mengurangi ukuran dan mengurangi jumlah karyawan.

Sebelumnya, Hapied memiliki 9 orang karyawan. Tapi saat ini, hanya tinggal 7 orang, termasuk dirinya. Ia juga ikut bekerja untuk memaksimalkan produksi setiap harinya. "Sekarang tersisa 7 orang," katanya.

Menurutnya, naiknya harga kedelai ini dipicu pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Ia enggan untuk menyebutkan berapa keuntungannya selama pandemi. Yang terpenting baginya, ia tetap fokus agar produksi tahu tetap berjalan. "Kalau tidak produksi, bisa-bisa pelanggan berpindah tempat," ujarnya.

Selama pandemi, Hapied bisa memproduksi tahu antara 3 sampai 4 kwintal. Untuk bahan baku kedelai, ia bisa membeli kedelai impor dari distributor seharga Rp 1,67 juta untuk 1,5 kwintal kedelai. " Tetapi bahan kedelai tidak sulit didapatkan," tuturnya.

Meski tak sulit mendapatkan kedelai, namun ia harus rela menunggu untuk mendapatkannya dari distributor. “Karena distributor menunggu kiriman dari Surabaya," ujarnya.

Sementara itu, seorang konsumen bernama Sunarsih, 40, warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa harga kedelai dari produsen sebesar Rp 26 ribu untuk ukuran satu bak tahu. "Kalau dulu masih Rp 15-16 ribu per bak," ujar Sunarsih.

Sunarsih sendiri membeli tahu untuk diolah dan dijual menjadi makanan cilok. Karenanya, ia berharap agar harga kedelai tak terus naik. (ang/don)