Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-11 13:46:02

Harga Meroket, Cabai Banyak Busuk dan Kering

PEDAS: Pedagang cabai di Banyuwangi terpaksa mengurangi stok, untuk menekan kerugian akibat tingginya harga cabai.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Harga cabai rawit di Pasar Tradisional Blambangan, Banyuwangi, mengalami kenaikan. Di tingkat pedagang, saat ini harga jual cabai rawit menembus Rp 80 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit itu sudah terjadi sejak menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 lalu.

Di awal libur Natal, harga cabai rawit sudah naik di kisaran 50 sampai 60 ribu rupiah. “Tahun baru melonjak di harga 80 ribu rupiah hingga sekarang," kata Siti Aminah, salah satu pedagang di Pasar Blambangan, Senin (11/1/2021).

Baca Juga : Harga Cabai di Tingkat Petani Banyuwangi Tembus Rp 70 Ribu

Hal senada diutarakan pedagang lain bernama Pak So, 80. Ia mengatakan, imbas dari kenaikan harga cabai tersebut membuat para konsumen mengurangi jumlah pembelian. “Awalnya setengah kilogram, kini hanya membeli seperempat kilo," ungkapnya.

Dia melanjutkan, karena pembeli mengurangi jumlah pembeliannya, maka berdampak banyaknya cabai yang membusuk dan mengering karena tak terbeli. “Berakibat juga pada kerugian,” akunya.

Sebagai antisipasi, Pak So dan para pedagang lainnya mengurangi stok cabai agar kerugian tak semakin membesar Pak So menambahkan, jika walnya ia mendatangkan 10 sampai 15 kilogram cabai, kini ia hanya berani mendatangkan 5 kilo dari petani. “Itupun kadang-kadang satu hari tidak habis," ujarnya.

Sementara, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Suminten membenarkan jika harga cabai rawit saat ini melambung tinggi di kisaran harga Rp 80 hingga Rp 85 ribu.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas cabai dipengaruhi oleh pasokan barang yang berkurang di pasar tradisional. "Karena hasil panen yg kurang bagus akibat cuaca dan penyakit tanaman," tandasnya. (peb/don)