Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-03 10:09:40

Hari Jadi Kota Probolinggo 663 (bagian 8) : Setelah Pandemi, Perbanyak Kegiatan Berdampak Ekonomi

Hadi Zainal Abidin (foto: agus raja/diskominfo for tadatodays.com)

MINGGU 4 September 2022 diperingati sebagai Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke-663. Di bawah kepemimpinan Walikota Hadi Zainal Abidin, laju Kota Probolinggo akan dibawa ke arah mana?

Jurnalis tadatodays.com Alvi Warda mewawancarai khusus Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Rabu 24 Agustus 2022 lalu. Berikut ini wawancara lengkapnya.

Baca Juga : Hari Jadi Kota Probolinggo 663 : Menjadi Kota Probolinggo (Klasik-Kolonial-Pasca Kolonial)

Melihat Kota Probolinggo ini, memiliki potensi apa saja yang bisa menjadi bekal menjadi daerah besar, maju dan makmur?

Baca Juga : Hari Jadi Kota Probolinggo 663 (bagian 9) : Mereka Membincang Kota Probolingo

Mengenai potensi, kalau kita lihat dari Kota Probolinggo, banyak hal ya. Tapi ada satu potensi yang perlu kita dorong, yang perlu kita support perkembangannya, yaitu mengenai destinasi wisata. Karena kalau kita sudah mendorong destinasi wisata, tentunya ada multiefek di situ. Termasuk masalah pelaku usaha kecil menengah kita akan berkembang.

Satu contoh lokasi wisata yang di masa kepemimpinan saya, yang kita buka akses jalannya, itu adalah Pantai Permata. Sekarang sudah ada master plan-nya, perencanaannya, sehingga Pantai Permata ke depannya akan kita kembangkan. Sehingga itu akan berdampak terhadap kegiatan, dan ekonomi akan sangat berkembang, khususnya di Kota Probolinggo. Kota Probolinggo akan menjadi tempat yang bisa nyaman disinggahi, karena adanya tempat wisata baru yang harus kita kembangkan di wilayah Pantai Permata itu.

Itu salah satu saja.  Ada spot-spot lainnya yang nanti akan kita dorong, kita kembangkan. Ini menjadi komitmen pemerintah, karena tanpa ada dorongan, tanpa ada support dari pemerintah, destinasi wisata tidak bisa dikembangkan. Apabila itu sudah berkembang, pelaku usaha kecil menengah akan bisa merasakan dampak dan manfaatnya, termasuk homestay dan lain-lainnya itu akan terdampak dari adanya destinasi wisata.  

Di masa kepemimpinan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, apa yang sedang dan hendak dikembangkan/dimajukan di berbagai bidang?

Selain sektor wisata, banyak kegiatan ataupun event yang akan diselenggarakan oleh pemerintah ke depannya. Setelah melalui masa pandemi, kemarin selama dua tahun tidak berkembang, tidak berjalan, tentu ini menjadikan suatu komitmen. Tentunya semakin banyak kegiatan-kegiatan yang berdampak ke ekonomi di masyarakat, khususnya meningkatnya partisipasi masyarakat usaha kecil menengah, putaran ekonomi yang semakin berjalan

Karena itu, kita harus berupaya mengembangkan potensi yang ada di kota probolinggo. Karena Kota probolinggo terletak di tengah-tengah antara kabupaten, tapi Kota Probolinggo mempunyai kelebihan, adanya stasiun, kereta api, exit tol, adanya pelabuhan. Ini suatu peluang yang sangat bagus, karena pelabuhan di Kota probolinggo sudah disandari kapal pesiar ya. Itu satu tahun ada kurang lebih 12 sampai 15 kapal pesiar sandar. Tapi kita belum bisa menyajikan tempat-tempat, spot-spot yang bagus. Karena itu, kita punya komitmen, yang akan mudah-mudahan seiring waktu ini, bisa kita wujudkan semua. Walaupun kita sudah termakan waktu 2 tahun karena adanya pandemi Covid-19.

Apa kendala yang masih dihadapi dalam perjalanan pembangunan di Kota Probolinggo?

Kendala dan tantangan yang perlu saya sampaikan, yang kita rasakan sekarang banyak tahapan-tahapan regulasi, apalagi ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. Banyak fokus anggaran yang harus diutamakan di bidang pelayanan kesehatan, ekonomi, dan sosial. Itu menjadi kendala, karena fokus di sana semua. Kita wajib untuk melayani warga.

Tapi untuk sisi pembangunan, alhamdulillah semua visi misi yang sudah saya sampaikan di dalam janji-janji saya yang masuk dalam RPJMD Kota Probolinggo, semuanya sudah terwujud dan terpenuhi. Yang pertama, pendidikan gratis. Yang kedua, kesehatan gratis bagi warga Kota Probolinggo, kita ikutkan BPJS Kesehatan. Dan alhamdulillah, 90 persen lebih, warga Kota Probolinggo sudah tercover adanya program BPJS Kesehatan.

Yang keempat, kita menyediakan UHC (Universal Health Coverge). Lalu jika ada warga Kota Probolinggo yang dirujuk di rumah sakit di Surabaya, Malang, Jember, kita sudah menyediakan rumah singgah. Rumah singgah bagi keluarga yang menjaga di sana, sehingga bisa istirahat. Itulah pelayanan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo.

Jadi, tantangan itu, menjadikan keharusan pemerintah untuk mencarikan solusinya sehingga bisa melayani masyarakat. Prinsip yang harus saya tekankan di sini, apa yang dilakukan pemerintah, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, anggaran yang dikeluarkan pemerintah, harus berdampak manfaat buat warganya. Bukan hanya sebatas seremonial, bukan hanya sebatas suatu keigiatan-kegiatan yang tidak berdampak pada masyarakat.

Jadi adanya UHC, pelayan kesehatan, sangat berdampak, walaupun pemerintah mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 30 miliar, dalam pelayanan kesehatan, supaya masyarakat tidak terbebani dengan adanya biaya-biaya lagi karena sudah dicover BPJS. Kita membayar, kita tidak memikirkan angkanya, tapi kita pikir adalah manfaatnya buat masyarakat Kota Probolinggo.

Juga membangun rumah sakit, walaupun anggarannya hampir Rp 200 miliar. Kita alokasikan untuk pembangunan itu bukan semata-semata sebagai hal sebagai brand untuk pemerintah Kota Probolinggo, tapi adalah bentuk komitmen kepada masyarakat, karena apabila warganya sehat, Kota Probolinggo akan maju. Itu yang paling penting.

Ada tiga pelabuhan besar di wilayah Kota Probolinggo. Apa yang sudah dan akan dilakukan untuk memanfaatkan keberadaan tiga pelabuhan besar itu demi kemajuan masyarakat Kota Probolinggo?

Pengembangan pelabuhan itu akan lebih luas lagi, karena sudah ditetapkan, di wilayah Kota Probolinggo pelabuhan ini sebagai depo-logistik. Ini sangat-sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Tetapi tentunya ini adalah dalam tahap proses-proses. Mudah-mudahan berjalan sesuai dengan harapan, karena terus terang ini menjadikan harapan besar untuk bisa berdampak manfaat bagi keluarga Kota Probolinggo.

Tahun ini dan tahun depan, punya pembangunan prioritas apa yang sangat vital untuk masyarakat?

Ya tentunya, komitmen dari pemerintah yang pertama adalah di bidang pelayanan kesehatan. Itu menjadi komitmen karena pemeritah lagi concern dalam penanganan, untuk pelayanan kepada warga, tentang masalah kesehatan.

Dan kebetulan di tahun ini kita membangun, sebuah pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit Ar-Rozi yang sudah kita bangun, dan mudah-mudahan tahun ini akan selesai. Sehingga di pertengahan tahun 2023 sudah bisa dioperasionalkan. Dan itu sangar berdampak, setelah melihat adanya pembangunan ini, melihat adanya kejadian pandemi Covid-19 selama dua tahun ini, rumah sakit dr. Moh Saleh tidak menampung. Ada tenda-tenda, karena memang tidak menampung, begitu lonjakan masalah pelayanan kesehatan. Sehingga adanya pembangunan ini betul-betul dirasakan manfaat dan perlu untuk peningkatan kualitas mutu pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo.

Pemerintah concern dalam pembangunan rumah sakit ini. Alhamdulillah dianggarkan dari APBD Kota Probolinggo. Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan bagus, dengan baik, berkat doa masyarakat Kota Probolinggo, semua bisa terwujud. Pembangunan rumah sakit insyaallah tahun 2022 ini selesai, tahun 2023 insyaallah sudah bisa beroperasional. 

Harapan dan ucapan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-663

Saya selaku kepala daerah, kepada warga Kota Probolinggo, mari kita bersama-sama mewujudkan suatu komitmen bersama. Karena apa yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil apabila warganya tidak mau saling bahu membahu di dalam membawa masa depan Kota Probolinggo ini.

Salah satu contoh, mengenai persoalan ketertiban, kebersihan lingkungan, semua harus kolaborasi. Jangan sampai kita hanya menyalahkan satu sama lainnya. Kita harus terpanggil, terketuk diri kita sebagai warga yang peduli terhadap lingkungan, kebersamaan dan masalah kebersihan itu menjadi keharusan kita.

Maka dari itu, harapan kita kepada warga Kota Probolinggo, mari kita bersama-sama saling menguatkan satu sama lain, memberikan masukan, memberikan solusi, saran, sehingga kedepannya akan lebih baik lagi.

Tapi alhamdulillah berkat kekompakan masyarakat Kota Probolinggo, di tahun ini Kota Probolinggo masuk dalam nominasi 3 besar di Indonesia, mewakili Indonesia yaitu untuk finalis We Love City ya. Itu yang akan diperebutkan, dari 31 negara, dan salah satunya Kota Probolinggo masuk. Saya mohon dukungan dan mohon kekompakan, kepada warga Kota Probolinggo, khususnya, bahwasannya kita sebagai warga yang cinta terhadap kotanya, peduli terhadap kotanya, sayang terhadap kotanya, saling mendukung kepada kotanya, itu menjadikan komitmen, kunci kita. Apabila kita berhasil adalah keberhasilan kita semuanya.

Saya hanya bisa menjalankan, mengajak dan mendorong semua itu terwujud. Tapi kita kembalikan kepada warga Kota Probolinggo. Apabila anda punya semangat dan komitmen yang sama, ayo kita bersama-sama membuktikan bahwasannya kita warga Kota Probolinggo, cinta terhadap kotanya. Mudah-mudahan berhasil kita meraih suatu prestasi yang bergengsi, yang bersaing di 31 negara ini. Mudah-mudahan ini menjadi perwujudan kita, komitmen dan bersama-sama untuk mencintai kota kita sendiri.

Di Hari Jadi ke-663, itu adalah menjadikan suatu momen, evaluasi tahun sebelumnya untuk kita perbaiki, untuk tahun kedepannya lebih baik lagi, lebih maju lagi. Sekali lagi saya ucapkan kepada warga Kota Probolinggo, selamat Hari Jadi Kota Probolinggo ke-663. Momentum hari jadi ini jadikan tolok ukur, apa yang sudah kita lakukan untuk ke depan kita harus lebih berhasil, berprestasi, mewujudkan suatu impian, harapan bagi Kota Probolinggo, kedepannya lebih maju untuk kemaslahatan Kota Probolinggo. (alv/why)