Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-03 10:18:39

Hari Jadi Kota Probolinggo 663 (bagian 9) : Mereka Membincang Kota Probolingo

Menyambut momen Hari Jadi Kota Probolinggo ke-663, tadatodays.com menyerap pendapat sejumlah simpul elemen masyarakat Kota Probolinggo. Kepada mereka, diajukan empat pertanyaan yang sama, yaitu: pertama, apa kesannya melihat kondisi Kota Probolinggo saat ini; kedua, apakah Kota Probolinggo bisa lebih maju dan berkembang dibanding sekarang?; ketiga, apa harapan yang ingin ada/terjadi di Kota Probolinggo ke depan?; dan keempat, ucapan untuk Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke-663.

--------------------

Baca Juga : Hari Jadi Kota Probolinggo 663 : Menjadi Kota Probolinggo (Klasik-Kolonial-Pasca Kolonial)

H. Samsur, Ketua PCNU Kota Probolinggo

Baca Juga : Hari Jadi Kota Probolinggo 663 (bagian 8) : Setelah Pandemi, Perbanyak Kegiatan Berdampak Ekonomi

KONDISI Kota Probolinggo sekarang luar biasa, semakin baik, kondusif, inovatif, hebat bermartabat dan handal. Di antara contohnya, pembangunan RS baru yang bernama Ar Razi yang akan menjadi salah satu ikon kemajuan Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Tentu, menjadi kota lebih maju dan baik dibanding sebelumnya. Di antaranya, masyarakat kota lebih berakhlak.

Terus maju Kota Probolinggo dengan semakin kuat membangun moral spiritual, kolaborasi yang optimal untuk menggapai kemajuan lebih baik dan terus memberikan motivasi UMKM lebih produktif dan unggul, termasuk memajukan OPOP Kota Probolinggo yang sudah disupport wali kota kita.

Selamat Hari Jadi Kota Probolinggo ke-663, untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang hebat dan handal. (mel/why)

H.  Masfuk, Ketua PD Muhammadiyah Kota Probolinggo

KOTA Probolinggo tentu semakin maju dan berkembang, terbukti dengan banyaknya penghargaan yang selama ini didapat Kota Probolinggo.

Tentu saja bisa, mengingat potensi Kota Probolinggo masih banyak yang bisa dikembangkan, seperti kawasan pelabuhan, potensi wisata dan tentu juga bidang kesehatan.

Harapannya, ke depan Kota Probolinggo menjadi kota tempat singgah wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan demikian, memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga kota.

Dengan Hari Jadi ke-663 Kota Probolinggo menjadi kota yang ramah, aman, sejahtera masyarakatnya dan agamis. (mel/why)

Abdul Mujib, Ketua DPRD Kota Probolinggo

KOTA Probolinggo saat ini sudah jauh lebih baik ya. Pembangunan sudah berjalan dengan baik. Tentunya perlu adanya peran bersama, kerja bersama untuk sama-sama membangun Kota Probolinggo.

Sangat bisa ya. Melihat saat ini saja, Kota Probolinggo menjadi kota yang sudah berkembang. Pasca pandemi, pemerintah berangsur-angsur memulihkan sektor ekonomi. Segala potensi yang ada di Kota Probolinggo bisa dijalankan semuanya.

Harapannya, Kota Probolinggo menjadi kota yang hebat dan handal. Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.

Selamat Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke 663, mudah mudahan Kota Probolinggo menjadi hebat dan handal. (mel/why)

Abdul Ghofur, Perwakilan Disabilitas

KOTA Probolinggo hari ini, alhamdulillah untuk disabilitas, pemerintah juga punya perhatian. Cuma kalau nuntut infastruktur, mungkin hari ini belum maksimal.

Contohnya di pemerintahan ya. Di layanan publik ya, hari ini alhamdulillah untuk di pemkot sudah ada, sebagian sudah ada guiding blocknya. Cuma yang bidang miring belum, bidang miring yang untuk teman-teman pakai roda itu belum. Tapi setidaknya, lebih baik lah. Ada perhatian lah terhadap teman-teman disabilitas.

Harapan kami hari ini sangat besar terhadap pemerintahan ini, karena kami sudah memperjuangkan raperda, rancangan peraturan daerah (tentang disabilitas, red). Itu nanti istilahnya, manfaatnya untuk teman-teman disabilitas.

Yang penting bagi kami ya akses, itu belum sepenuhnya terpenuhi. Di bidang kesehatan, jangan samakan kami dengan yang non-disabiltas. Kayak layanan di antrean. Ndak mungkinlah temen-temen yang disabiltas harus nunggu, harus ngantre gitu. Padahal beliau sakitnya parah kan seperti itu. Atau, ini di Probolinggo itu kan ada mall publik ya, setidaknya di kami itu aksesible gitu.

Saya mewakili teman-teman disabiltas Kota Probolinggo mengucapkan selamat hari jadi Kota Probolinggo ke-663. Semoga pemerintahan ini atau pemerintahan selanjutnya lebih baik, terimakasih. (alv/why)

Masda Putri Amelia, Anggota DPRD Kota Probolinggo

KALAU melihat Kota Probolinggo saat ini, kita sadari bahwa kota ini adalah milik kita bersama. Kita lahir dan tumbuh di kota ini. Dalam perspektif perempuan juga saya melihat bahwa Kota Probolinggo adalah Kota Ibu, yang mana ia memiliki makna kerinduan ketika kita sejenak meninggalkannya. Dan juga kota ini adalah kota yang penuh harapan untuk menjadikan penerus bangsa ini lebih baik.

Kota ini juga memiliki banyak makna, memiliki banyak kesan, bahwa Kota Probolinggo telah menunjukkan kiprahnya di kancah regional maupun nasional. Saya melihat Kota Probolinggo, sebagai tempat bagi penerus bangsa untuk memperjuangkan harapan harapannya,. Kita harus berbenah kedepan, untuk menjadikan kota Ini kota yang diidam-idamkan oleh seluruh masyarakat.

Sangat bisa, karena menurut saya, manusia yang bermakna adalah manusia yang memiliki harapan yang lebih baik. Tentunya kita harus menanamkan keyakinan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Saya berharap Kota Probolinggo menjadi kota yang lebih baik, peran kita, kerja keras kita, kemudian rasa memiliki kita. Itu harus kita tanamkan dan tunjukkan untuk menunjukkan kota ini menjadi lebih baik. Kemudian sebagai figur perempuan, tidak ada ruang untuk tidak optimis. Kita harus bekerja sama

Selamat ulang tahun kotaku. Engkau telah membuktikan, bahwa engkau mampu keluar dari masa sulit selama 2 tahun lebih. Engkau telah membuktikan kepada kita semua bahwa engkau adalah kota yang kuat, kota yang tangguh. Lanjutkan eksistensimu untuk memberikan makna bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo. (mel/why)

 Cak Suga, Pelaku Usaha Kuliner & Batik

MENGENAI Kota Probolinggo, dari kepala daerah ganti kepala daerah, Kota Probolinggo itu banyak sekali perkembangan. Yang dulu Kota Probolinggo itu disulap jadi luar biasa, kemudian ganti kepala daerah, ganti kepala daerah lagi, Kota Probolinggo semakin luar biasa. Luar biasa itu, saya sebagai pelaku usaha, lumayan agak sulit untuk bertahan hidup. Ya saya memaklumi pada saat kemarin, dua tahun kemarin, kita secara global dunia dihantam oleh satu pandemi, satu virus ya, sehingga semua terdampak.

Nah, sekarang dengan kondisi yang sudah mulai pulih, kita juga harus bangkit. Ya, semua pelaku usaha baik kecil maupun besar. Sudah mulai merangkak untuk bangkit ya. Jadi, saya berharap, kondisi seperti ini tidak dibiarkan oleh pemerintah daerah. Saya juga kepingin ada support yang tidak berlebihan. Maksudnya gini, ada satu support agar bisa berjalan lagi, atau bisa berkembang lagi, atau bisa mulai merangkak lagi. Tidak dibatas-batasi dengan yang ini..yang itu, sehingga kita mulai bernafasnya itu lega, tidak tersendat.

Kalau kondisi sekarang, saya juga masih ragu ya Kota Probolinggo itu bisa berkembang kembali. Ya, kembali ke pandemi kemarin. Pandemi kemarin kita sangat terpuruk sekali ya. Kota Probolinggo hampir jadi kota mati ya. Terus dengan kondisi sekarang, saya juga masih meragukan ya, karena apa-apa pun sulit untuk dijalankan, untuk dikembangkan. Ya mudah-mudahan, pemerintah daerah punya peduli yang besar ya. Terutama membangkitkan lagi atau memunculkan kembali lah, paling tidak, Kota Probolinggo yang dulu pernah jadi luar biasa itu. Paling tidak, mulai dipikirkan untuk dimunculkan kembali.

Dalam arti kata gini, dulu yang sudah ada, sekali lagi saya katakan, dulu yang sudah ada di Kota Probolinggo, itu paling tidak dibangkitkan kembali, atau diperbaiki lah, tidak malah, diubah jadi jelek ya, seharusnya apa yang sudah ada, dibuat lebih…paling tidak dipertahankan. Tapi dengan kondisi sekarang, saya juga mengatakan  masih ragu, karena banyak sesuatu yang sudah ada, sesuatu yang sudah indah, sesuatu yang sudah terkenal di kota-kota lain, itu mulai ditumbang. Mulai dipinggirkan, mulai tidak dipedulikan, mulai tidak digaungkan lagi, itu yang saya berfikirnya, yoopo Probolinggo, mau berkembang bagaimana dengan kondisi seperti ini. Jadi itu.. saya masih meragukan.

Mungkin saya bisa memberikan satu contoh-contoh ya, seperti Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo, red). Semipro itu, bukan produk pemerintah daerah. Semipro itu adalah hasil dari kreatifitas anak-anak, para seniman di Probolinggo. Sebelum ada Semipro itu ada Kobuda ya, busana daun. Itu sempat tidak diperbolehkan karena dianggap merusak lingkungan. Semipro sendiri itu, masyarakat Probolinggo, seniman Probolinggo, kepingin menunjukkan Probolinggo itu kepada khalayak lebih luas.

Orang-orang itu banyak yang merindukan, kapan Semipro.. kapan Semipro.. Hal seperti itu yang pernah ada di Kota Probolinggo itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Temen-temen itu juga merasa cegeh  dengan kondisi Semipro mulai dilengserkan, mulai dipinggirkan, karena sejarahnya tidak semudah membalikkan tangan membikin ajang Semipro ini. Jadi, itulah apa yang sudah ada, seharusnya kan lebih ditingkatkan lebih diperbagus. Bukan dipinggirkan. 

Harapannya, ayo kita sama-sama, bareng-bareng ya, Kota Probolinggo itu bukan hanya kepala daerah, Probolinggo itu bukan hanya pemerintah saja, Kota Probolinggo itu bukan hanya masyarakat aja. Ayo kita bersatu lah. Kita bareng-bareng, kita sama-sama, kita duduk yang enak, biar Kota Probolinggo itu ada sesuatu lagi yang lebih indah.  Jadi, saya mohon, siapapun kepala daerahnya, mari kita buat Kota Probolinggo yang sangat luar biasa.

Selamat ulang tahun Kota Probolinggo, sukses terus. Dulu saya pernah membuat satu gebrakan, sampai ke rekor MURI batik di tahun 2010, juga pada saat ulang tahun Kota Probolinggo. Membuat batik panjang seratus meter, kalau ndak salah itu. Kemudian motifnya sebanyak ulang tahunnya Probolinggo pada saat itu kalau ndak salah 500 berapa gitu.. Jadi itu sejarah perjalanan. Mudah-mudahan dengan hari ulang tahun Probolinggo ini, ada sesuatu yang lebih bagus lah. Selamat ulang tahun Probolinggo, jaya terus, terimakasih. (alv/why)

Peni Priyono, Pelaku Seni 

TAHUN ini, dari kaca kesenian Kota Probolinggo ini mandek, kesenian. Tidak total sih, kecil-kecil masih ada pergerakan-pergerakan kesenian yang mengarah pada khazanah kekayaan budaya Kota Probolinggo. Hanya memang, wadah dari pemerintah sepertinya kurang. Kurang sekali. Padahal kita sudah berusaha, beberapa pemilik sanggar, beberapa kelompok kesenian untuk mencoba menjadi kaya. Seperti tahun berapa itu, kita cuma punya kesenian yang hanya lengger, jaran bodhag dan rerere. Nah, sekarang ini tiga-tiganya itu hanya akar budaya. Menjadi akar kesenian.

Kalau ngomong karya  tari,  kita kaya sekarang. Cuman tidak lebih kaya kalau dibiarkan terus. Jadi, mestinya ada yang memacu kekaryaan itu. Karya di SD, tingkat SMP, tingkat SMA, karena di sana sudah muncul guru-guru kesenian itu ada. Tapi pacunya yang kurang. Sehingga menjadi mandek kesenian itu. Ada sih lomba, tapi lomba saja loh. Seberapa sih kepentingan lomba itu? Yang penting bukan lombanya itu, tetapi bagaimana orang-orang atau orang-orang kesenian itu berkarya.

Pacunya menurut saya kurang. Tidak dipacu. Siapa yang harus memacu? Dalam hal ini ya pemerintah. Kalau teman-teman kesenian ya semampu dia, apalagi masalah pendanaan, kita tahulah, ndak ada orang kesenian apalagi tradisi kaya. Pas-pasan saja untung sudah. Berkarya melibatkan pendanaan, tidak dibantu ya ndak akan.

Oh sangat bisa. Sangat bisa. Kota ini punya seniman-seniman yang tidak setingkat kota ini sebenarnya, tetapi setingkat Jawa Timur, bahkan nasional. Punya kota ini. tapi dimanfaatkan ndak? Gitu aja masalahnya. Apakah seniman yang setingkat itu, bisa mewarnai? Bisa. Sangat bisa. Kita mau bikin apa sih? Dengan kesenian? Teater muncul, apalagi musik. SMA-SMA itu kalau ditotal grup musiknya, tidak hanya puluhan, ratusan mungkin. Cuma kan perlu pacunya itu. Perlu pacu.

Lha memacu generasi muda itu kan memang tidak gampang, tapi bisa. Bukan tidak dilaksanakan,  bisa. Tinggal teman-teman di dinas yang membidangi ini, seberapa sih progammnya dia untuk memacu kota ini. bisa, asal ada sinergi dengan sineman, gitu. Tidak begini, seniman karepe dewe, dinas karepe dewe. Ndak nyelesaikan ini. Perlu ngomong, maunya kemana ini, kota ini mau dibuat apa di keseniannya.

Ada kesenian yang hidup? Ada, Bali itu keseniannya hidup. Tidak selalu minta bantuan pemerintah. Rasanya juga ndak patut. Cuma, pemerintah dalam hal ini yo, menurut saya loh ya, wajib membantu mereka. Jangan sampai seniman itu minta-minta. Bantu aja lah. Yo sebantunya. Apa berupa wujud karya, apakah berupa tampilan-tampilan, nah itu.

Untuk Kota Probolinggo, harapan saya kesenian itu bisa hidup dan berkembang. Tapi kalau tidak dibarengi dengan, mohon maaf ya, bantuan pemerintah, dalam hal ini, tidak ada wujud uang, tapi wujud ide, wujud gagasan, wujud perbuatan, ya tidak bisa seniman mau jalan sendiri. Contoh misalnya, kami mau nggelar kesenian, di sana izinnya sulit, misalnya. Tiba-tiba ini kondisinya masih begini, ndak boleh, ya beri kami ruang.

Anggapan bahwa mereka berkesenian kan untuk namanya sendiri, ndak juga. Saya dalam berkesenian, selalu melihat kota ini. Karya-karya saya, diakui oleh kota ini atau tidak diakui, tidak ada masalah bagi saya. Tapi saya tetap berkesenian.

Selamat hari jadi Kota Probolinggo yang ke-663. Semoga kota ini tetap bayuangga. (alv/why)

Cak Qentank, Komunitas Ekonomi Kreatif

KALAU dari perspektif pemuda, seperti saya, Kota Probolinggo akan maju, kalau pemudanya ikut bergerak. Kalau berharap sama satu, berharap sama satu yang menggerakan, itu akan susah. Beberapa kota yang nyaman untuk ditinggali oleh para pemuda, itu kebanyakan pemudanya ikut bergerak. Tanpa mereka menggantungkan ke pemerintah, ke swasta, atau apapun. Jadi, kalau pemudanya punya inisiatif untuk bergerak, kota itu juga akan bergerak.

Di samping itu, pemerintah juga mestinya membuka kesempatan untuk para pemuda. Paling tidak, apa ya, beri kesempatan untuk membuka diri, melibatkan pemuda untuk  kegiatan-kegiatannya, saya pikir akan lebih menarik kota ini. Jadi, tidak bisa diambil satu pihak. 

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir Kota Probolinggo masih kesulitan untuk, menemukan apa yang cocok untuk pemudanya. Bahasanya kalau zaman sekarang itu, kita sepertinya masih kesulitan menemukan ritme yang pas. Jadi, nanti pemuda ini mau dimasukkan di mana, dari segi pemerintah juga, ini nanti akan dijadikan apa, ini masih belum menemukan ritme yang pas. Jadi ya, masih berjalannya masih lambat sekali. 

Kota Probolinggo sebenarnya bisa asyik. Kan instrumennya lengkap disitu. Kalau saya ngomong Instrumen ekonomi kreatif itu ada lima ya. Tetapi kita kurang satu sebenarnya. A-B-C-G-M. Ada Akademisi, ada  Businessman, ada Community, ada Goverment, ada Media. Kita, Kota Probolinggo memang lemah, memang tidak ada di sisi akademisi. Tapi peran ini akan bisa digantikan, ketika mereka bisa mengeluarkan kasta akademik atau apapun itu. Jadi mereka perannya di riset saja. 

Jadi, Kota Probolinggo itu bisa sekali, kalau misalkan semua unsur ini duduk bersama, terus kemudian merumusakan, eh Kota Probolinggo iki mau diapakan? Karena  salah satu yang bisa dicontek di beberapa daerah, tentang pergerakan ekonomi kreatif ya, mereka memunculkan destinasi wisata baru.

Jadi gini, destinasi wisata itu kan ada alam, wisata alam, wisata buatan. Nah, ekonomi kreatif memungkinkan kita untuk bikin wisata yang buatan. Event, nanti ada agenda apa di Kota Probolinggo. Nah… seandainya event ini cocok untuk anak muda, itu akan jadi destinasi wisata baru di Kota Probolinggo. Nah, kenapa harus anak muda, karena yang mau mengeluarkan uang banyak itu anak muda, karena yang mau datang jauh-jauh itu anak muda, gitu kan. Makanya, perputaran ekonominya besar sekali nanti, kalau ini event untuk anak muda.

Kita contoh, di beberapa daerah, di Jakarta itu ada yang namanya j-cloth. Sepatu Rp 500 ribu terjual. Karena anak muda itu. Terus kemudian ada syncronize, itu event musik yang terdiri dari beberapa panggung. Tiketnya, ada yang Rp 500 ribu. Tiketnya itu ndak normal sudah. Tapi ini penuh terus, yang dateng anak muda. Jadi kalau event ini, target marketnya adalah anak muda, perputaran ekonominya jauh lebih besar dari yang sudah-sudah.

Kalau saya, selama ini yang saya harapkan itu, dari temen-temen sebaya, seusia saya atau temen-temen komunitas yang pernah kerja sama atau yang pernah sambat ke saya, paling ndak, kita gerak dulu. Jadi, jangan tiba-tiba menyalahkan pemerintah. Itu rasanya kok, menyalahkan pemerintah tapi kira sendiri gak bergerak, itu salah.

Mending lebih baik kita bergerak dulu, kemudian dari pergerakan itu masih tidak ada apa-apa, maka ada yang salah, mungkin ya baru setelah itu kita boleh menyalahkan  pemerintah. Tapi kalau kita belum bergerak, dan tiba-tiba menyalahkan, wah ini tidak adil. Menurut saya ndak adil. Jadi, mending komunitas ini bergerak dulu, apapun itu.

Selamat hari jadi Kota Probolinggo saya yang tercinta ke-663. Semoga menjadi tempat yang lebih menyenangkan untuk ditinggali, dan lebih menyenangkan untuk berkarya. Terimakasih. (alv/why)

Aslam Ali Yafi, Petani Muda

WAKTU aku masih kecil, Kota Probolinggo ini masih konvensional yang mana masih belom adaptasi ke teknologi, selain itu SDM masih rendah. Sekarang Kota Probolinggo menjadi lebih berkembang dengan kepemimpinan bapak Walikota Habib Hadi, terutama dapat  fokus dalam pelayanan kesehatan dan juga dalam pengembangan usaha terutama bagi pelaku usaha muda.

Pasti, Kota Probolinggo bisa lebih maju dengan adanya pemimpin yang amanah, memiliki visi misi ke depan yang baik, dan disokong dengan kualitas SDM yang mumpuni dengan banyaknya program pengusaha muda, kaderisasai untuk generasi selanjutnya.

Aku melihat Kota Probolinggo memiliki potensi besar. Sebagai petani muda, kami memiliki harapan semoga pemerintah akan lebih mendukung petani dari segi peningkatan kualitas SDM, administrasi, permodalan, dan juga dari sisi marketing.

Selamat hari jadi untuk Kota Probolinggo. Harapannya, dalam waktu dekat, 5 - 10 tahun mendatang petani-petani yang ada di Kota Probolinggo akan lebih sejahtera lagi. Kemudian pengusaha-pengusahanya akan lebih next level ke depannya dengan mengadopsi banyak teknologi serta model bisnis yang lebih modern lagi dan sebagainya. (fp/why) 

 

Ikhsan Mahmudi, Wartawan Senior

KOTA Probolinggo kalau dilihat dari jalur Surabaya – Bali, adalah kota yang strategis karena ada di jalur besar. Kota Probolinggo menjadi kota transit, sebab ada di jalur pantura. Pulau Jawa yang ramai jalur transportasi daratnya adalah jalur pantura

Potensi di Kota Probolinggo sangat luar biasa. Kota Probolinggo punya pelabuhan besar, dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Ada 3 pelabuhan besar di Kota Probolinggo, namun sayang potensinya belum banyak dimanfaatkan. Yang pemkot bisa lakukan saat ini hanya mengelola tempat pelelangan ikan.

Berbagai bidang, terutama masalah perekonomian, karena letak Kota Probolinggo yang cukup strategis, saya berharap Kota Probolinggo semakin maju. Paling tidak, menjadi kota kota penyanggah, apalagi ada akses jalan tol. Selama ini Kota Probolinggo belum ada perguruan tinggi negeri, yang justru bisa mendongkrak segi pendidikan. Perlu adanya perguruan tinggi negeri, agar anak daerah tidak perlu sekolah jauh jauh keluar kota.

Dirgahayu Kota Probolinggo di hari jadinya ke-663. Mudah mudahan menjadi kota yang semakin maju, berjajar dengan kota-kota sedang di sekitar Jawa timur. (mel/why)

Cak Ugenk, Pelaku Seni-Budaya

DARI kacamata budaya, Kota Probolinggo itu terkenal (budaya) pendalungan ya. Nah, kalau kita ngomong pendalungan, jadi banyak warna seni di sana. Nah, alangkah baiknya warna-warna itu semakin dimunculkan, semua dimunculkan akan lebih  berwarna, gitu.

Iya, kalau masalah untuk seni budaya, semakin digalakkan dengan warna-warna itu, tidak menutup kemungkinan, kalau orang-orang luar merapat karena punya ciri has sendiri tentang pendalungan itu. Disemarakkan dengan warna-warna pendalungan, dengan warna-warna budaya itu. Ya pastilah akan banyak menyerap pendatang-pendatang atau pelancong, turis. Probolinggo ini punya sesuatu yang beda. Dengan pendalungannya banyak warna dalam budayanya, itu. Selama ini ada, tetapi masih kurang. 

Harapan saya, ada satu wadah yang memang menampung untuk semua warna seni, dalam hal pendalungan, yang banyak warna seni itu, dimunculkan dalam satu wadah ini. Dan wadah ini memang tempat yang memang, mereka jadi pusat apresiasi para seni atau seniman Kota Probolinggo.

(lagu persembahan dari Cak Ugenk)

Tibalah sekarang angka yang kita nantikan, 663

Hadipro… hari jadi Probolinggo

Handal…. Pemimpinnya.. beramanah… juga bisa..

Ooooooo

Handal… pemimpinnya.. berkreatif juga berinovatif

Selamat ulang tahun untuk kotaku tercinta Kota Probolinggo ke-663. Semoga Kot Probolinggo akan lebih maju dalam hal segalanya, terutama seni dan budaya. (alv/why)