Hari Kedua Workshop Wirausaha Pemula bagi Pemuda Gelaran Dispopar Kota Probolinggo

Amelia Subandi
Amelia Subandi

Thursday, 05 Feb 2026 21:39 WIB

Hari Kedua Workshop Wirausaha Pemula bagi Pemuda Gelaran Dispopar Kota Probolinggo

Kepala Dispora Provinsi Jawa Timur, memberikan pemaparan kepada peserta Workshop wirausaha pemula bagi pemuda.

Bangkit, Manfaatkan Digital Marketing & Branding

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Workshop wirausaha pemula bagi pemuda gelaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo berlanjut. Pada hari kedua, Kamis (5/2/2026), para peserta semakin bersemangat mendapat materi tentang digital marketing dan branding.

Acara yang digelar di ruang Hayam Wuruk, kantor Bakesbangpol Kota Probolinggo ini diikuti oleh 100 peserta. Mereka berumur 16-30 tahun.

Di hari kedua ini, para peserta mendapat pelatihan digital marketing dan branding. Pelatihan ini difokuskan untuk membekali wirausaha muda dengan keterampilan digital marketing, termasuk strategi promosi di berbagai platform media sosial, pengelolaan konten kreatif, dan peningkatan daya saing produk lokal di pasar digital.

Pentingnya digital branding dan marketing juga ditekankan oleh narasumber Zainul Rozak.

Narasumber yang dihadirkan dalam memberikan materi digital marketing dan branding ini adalah Zainul Rozak. Berlatar belakang sebagai pegiat ekonomi kreatif, pria yang mempunyai panggilan Cak Kentang ini mengulas pentingnya penguasaan teknologi digital marketing dan branding bagi generasi muda agar mampu bersaing di era modern.

“Agar effort yang dikerjakan sebagai pengusaha muda mencapai tujuan yang di inginkan. Orang berwirausaha tidak jauh dari proses produksi, marketing dan selling. Kalau proses ini tidak bisa dijalani oleh anak muda, khawatir mereka akan salah kaprah dan akhirnya kapok menjadi seorang wirausaha,” katanya.

Anak muda hari ini harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan mempromosikan produk secara kreatif. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan wirausaha muda melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Tatkala seorang wirausahawan pemula tidak mempelajari digital marketing dan branding, diibaratkan wirausaha tersebut dengan istilah “berdagang dengan membabi buta”.

Para peserta antusias bertanya dan bertukar ide dalam pengembangan wirausaha.

“Fase memperluas pasar itu dapat dilakukan ketika seorang wirausahawan sudah mantap dengan apa yang ia kerjakan. Digital marketing dan branding dibutuhkan seorang wirausahawan agar bisa membaca peluang,” tambahnya.

Setelah pemaparan narasumber pertama selesai, sesi selanjutnya adalah sesi diskusi kelompok. Para peserta secara bergantian memaparkan ide bisnisnya ke depan.

Memasuki narasumber kedua, ialah Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro. Menyambut kedatangan Kadispora Provinsi Jawa Timur, ditandai dengan pemberian cinderamata berupa udeng khas Kota Probolinggo. Tanpa canggung, Kadispora memakan udeng tersebut sepanjang acara berlangsung hingga selesai.

Para peserta workshop wirausaha pemula bagi pemuda mendapat merchandise dari Dispora Jatim.

Pejabat Pemprov yang juga pernah menjabat sebagai Pj Bupati Situbondo ini memaparkan materi dengan judul “Membuka jalan wirausaha pemuda: peran dan fasilitasi pemerintah”. Menurutnya, di era saat ini anak-anak muda harus dipegangi keterampilan, pengetahuan dan kemandirian. Sehingga siap menyambut Indonessia emas 2045.

Pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dispopar atas terselenggaranya workshop wirausaha pemula bagi pemuda. “Kami sangat apresiasi, dengan digelarnya kegiatan ini. Di Kota Probolinggo potensi pemuda jumlahnya 20 persen. Saya ingin pemuda yang hadir ini menjadi penentu masa depan,” katanya.

Di Provinsi Jawa Timur sendiri terkait dengan pendampingan sudah banyak dilakukan. Pihaknya juga berpandangan bahwa kalau mau usaha jangan sendiri, berbasis komunal. Saat ini yang terpenting adalah membuka mindset wirausaha muda, bahwasanya salah satu hal yang bisa dilakikan adalah dengan berwirausaha.

Kegiatan model pelatihan akan berdampak positif bagi wirausaha muda, karena dari kegiatan ini mereka akan saling mengenal dan mengupdate inovasi dan literasinya. “Kita akan terus menanamkan semangat kewirausahaan. Bangun jejaring dan koneksi, dalam rangka membangun wirausaha yang lebih berkelanjutan,” terangnya. (mel/why)


Share to