Hasan – Tantri Divonis 4 Tahun Penjara, Hanya Separo dari Tuntutan

Zainul Rifan
Zainul Rifan

Thursday, 02 Jun 2022 11:43 WIB

Hasan – Tantri Divonis 4 Tahun Penjara, Hanya Separo dari Tuntutan

PUTUSAN: Jalannya sidang putusan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin yang dilangsungkan secara daring, Kamis (2/6/2022).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sidang kasus jual beli jabatan yang dilakukan oleh Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin, sudah memasuki tahap putusan. Dalam sidang putusan yang digelar secara daring di Pengadilan Tipikor-PHI Surabaya, Kamis (2/6/2022) sekitar pukul 09.00 WIB, Hasan dan Tantri dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. 

Tantri dan Hasan dinyatakan bersalah, melanggar ketentuan pasal 12 huruf a, atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2021, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1, jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Karenanya, majelis hakim menjatuhkan putusan kepada masing-masing Tantri dan Hasan hukuman 4 tahun penjara, dan membayar denda sebanyak Rp 200 juta, serta biaya perkara sebesar Rp 5 ribu. Jika denda tidak dibayar, maka yang bersangkutan harus mengganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Tak hanya itu, Tantri sendirian ditambahi hukuman mengganti uang sebesar Rp 20 juta rupiah. Tetapi jika tidak mengganti dalam waktu satu bulan, maka aset yang dimiliki akan disita dan dilelang sebagai pengganti. Tetapi jika tidak memiliki harta, maka dapat diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan Yunarwanto  mengatakan, pihaknya mengapresiasi putusan tersebut. Ia menilai putusan tersebut sependapat dengan tuntutannya. Hanya saja, pihaknya masih akan memikirkan dan berkoordinasi dengan tim guna melangkah untuk banding atau tidak.

Sebab, kata Wawan, putusan hakim hanya separo dari apa yang menjadi tuntutan JPU terhadap terdakwa Hasan dan Tantri. "Kemarin kita tuntut 8 tahun," terangnya pada awak media.

Sementara itu, Bunadi Wibakso selaku Ketua Tim Penasehat Hukum Tantri dan Hasan mengatakan,  pihaknya masih akan berdiskusi dengan kedua kliennya. Apakah nanti akan mengajukan banding atau menerima segala keputusan majlis hakim, masih akan dipertimbangkan.

Menurut Bunadi, pasal yang didakwakan itu sejatinya tidak terbukti. Dengan itu, harusnya kedua kliennya tersebut sudah bebas dan dinyatakan tidak bersalah dalam kasus tersebut. "Sesuai dengan nota pembelaan kami sudah bermohon agar membebaskan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminudin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Senin (30/8/2021) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu ia diduga melakukan tindak pidana korupsi jual beli jabatan Pj kepala desa.

Setiap ASN yang ingin menjadi Pj Kades harus membayar Rp 20 juta untuk kemudian mendapat paraf persetujuan dari Hasan Aminuddin. Karena kasus tersebut, Tantri dan Hasan ditetapkan sebagai tersangka hingga disidangkan di Pengadilan Tipikor. Total ada 22 orang terdakwa dalam kasus ini, terdiri dari 18 pemberi suap dan 4 penerima suap. (zr/why)


Share to