Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-10 12:06:59

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Banyuwangi Menurun

BERSANDAR: Sejumlah perahu penangkap ikan di Kampung Mandar, Banyuwangi, terlihat tak melaut karena cuaca ekstrem dan berpengaruh pada hasil tangkapan ikan.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Nelayan tradisional di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, kesulitan memperoleh tangkapan ikan. Hal itu karena adanya cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.

Lurah Kampung Mandar, Dwi Sasongko, saat dikonfirmasi mengatakan, hujan dan angin sangat berdampak buruk pada hasil tangkapan ikan. "Sangat berpengaruh sekali," kata Dwi.

Baca Juga : Kembali Buka Gerai Publik Terpadu Khusus Nelayan, Kali Ini di Pantai Grajagan

Dwi menyampaikan, nelayan tidak menuai hasil sama sekali dari aktivitas melautnya sehingga berdampak buruk bagi perekonomian nelayan. Terlebih, masyarakat nelayan Kampung Mandar sangat bergantung pada laut dan tidak memiliki pekerjaan sampingan selain mencari ikan.

Baca Juga : Kembali Buka Gerai Publik Terpadu Khusus Nelayan, Kini di Pantai Grajagan

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, masyarakat menggunakan sisa simpanan uang yang dimiliki. "Untuk memenuhi kebutuhan hidup," katanya.

Dwi juga menyebutkan, di tengah cuaca ekstrem, masyarakat nelayan memanfaatkan waktu dengan melakukan perawatan kapal. "Bersih-bersih perahu, cek mesin dan lain sebagainya," ujarnya.

Sementara, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi, Freddy Dwi Kurniawan, menginformasikan bahwa saat ini merupakan puncak musim penghujan yang terjadi pada bulan Januari dan hingga Februari 2021.

Untuk gelombang laut di wilayah selatan Jawa Timur, kata dia, akhir-akhir ini cukup tinggi. Pantauan BMKG gelombang mencapai 3 sampai 5 meter. Karena itu, ia mengimbau kepada nelayan agar berhati-hati karena gelombang laut cukup tinggi. "Untuk tanggal 10 Februari sudah sekitar 2,5 meter, jadi sudah normal," jelasnya. (peb/don)