Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-07 07:31:53

Hasil Tes Kejiwaan Pembacok Ipar Belum Kelar, Keluarga Belum Berikan Keterangan

PEMERIKSAAN: Djumali menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu oleh penyidik. Hasil tes kejiwaannya tak kunjung keluar lantaran pihak keluarga belum memberikan keterangan ke RSJ Lawang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Polsek Krucil telah melakukan upaya pemeriksaan kejiwaan pada pelaku pembacokan, Djumali, 63, warga Dusun Nanggkaan, RT 4/RW 2, Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Hanya saja hasil pemeriksaan masih belum keluar karena pihak keluarga belum memberikan keterangan.

Kapolsek Krucil AKP Abdul Wakhid mengatakan, hasil medis atas pemeriksaan kejiwaan Djumali juga mempertimbangkan keterangan keluarga. Nah, pihak keluarga belum memberikan keterangan pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tersangka Kasus Bacokan di Krucil Dinyatakan alami Gangguan Jiwa

“Padahal, sudah kami siapkan semuanya, termasuk kendaraannya,” terang Abdul Wakhid pada tadatodays.com, Sabtu (6/3/2021). Diketahui, pemeriksaan kejiwaan tersangka dilakukan 25 Februari 2021 lalu. Setelah diperiksa selama satu hari itu, tersangka dibawa lagi ke Polres Probolinggo untuk kembali ditahan.

Baca Juga : Pelaku Pembacokan Ipar di Probolinggo akan Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Lawang

Sementara untuk melanjutkan proses hukum, pihak kepolisian menunggu hasil kejiwaan tersangka. Jika hasilnya dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, maka tersangka bakal dibebaskan demi hukum dan dititipkan ke RSJ. Namun sebaliknya, maka proses hukum tetap dilanjutkan.

“Dari RSJ butuh keterangan keluarga,” tuturnya. Kapolsek melanjutkan, saat ini pihaknya yang juga dibantu pemerintah desa dalam upaya memberikan edukasi pada keluarga tersangka. Harapannya bisa memberikan keterangan agar kasus segera selesai.

Namun, jika hal itu masih tidak berhasil, maka pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan pihak RSJ, untuk bisa membawa perangkat desa dan  tetangga sekitar agar dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan pihak RSJ. “Minggu depan kita usahakan (datang ke RSJ, Red),” katanya melalui panggilan seluler.

Seperti yang diberitakan tadatodays.com sebelumnya, Djumali telah membacok iparnya bernama Satro, 67. Akibatnya, Satro meninggal dunia di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Saat ini Djumali ditahan di Polres Probolinggo. (zr/sp)