Hibah KONI Kota Pasuruan Tahun 2026 Anjlok Jadi Rp 913 Juta, Cabor Kecewa

Amal Taufik
Amal Taufik

Thursday, 23 Apr 2026 17:26 WIB

Hibah KONI Kota Pasuruan Tahun 2026 Anjlok Jadi Rp 913 Juta, Cabor Kecewa

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Insan olahraga Kota Pasuruan tampaknya harus bersabar di tahun 2026. Sebabnya, hibah untuk pembinaan olahraga yang diberikan Pemkot Pasuruan anjlok jadi Rp 913 juta.

Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengungkapkan, memang dibanding tahun lalu, dana hibah yang diterima KONI turun. Di tahun 2025, total hibah yang diterima KONI ditambah anggaran untuk Porprov IX Jatim totalnya Rp2,7 miliar.

Angka tersebut juga sebenarnya lebih sedikit jika dibanding tahun 2024 sekitar Rp 3 miliar. "Yang disetujui Rp 913 juta dari total usulan kami. Ya, itu sudah keputusan tim anggaran. Di sisi lain memang ada efisiensi," kata Gangsar, Kamis (23/04/2026).

Meski begitu, Gangsar agak menyesalkan keputusan tersebut. Sebab dari sisi prestasi olahraga, tiap tahun atlet-atlet Kota Pasuruan selalu menyumbang prestasi, juga membawa nama baik daerah.

Pada tahun 2021, misalnya, ada 5 atlet dari 4 cabang olahraga (cabor) yang bertanding bersama kontingen Jawa Timur di PON XX Papua. Lalu pada tahun 2024, ada 22 atlet dari Kota Pasuruan yang bertanding di PON XXI.

Terakhir, ajang SEA Games 2025 lalu, ada 3 atlet dari Kota Pasuruan yang turut berpartisipasi dan ketiganya meraih medali. Gangsar menyebut, di ajang PON XXI, dari 22 atlet yang bertanding, 20 mendapat medali.

"Kalau mau dilihat lebih jauh, medali mereka diganjar reward, dan reward itu dibawa dan dibelanjakan di Kota Pasuruan. Artinya mereka, para atlet ini, juga turut berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi di Kota Pasuruan," kata Gangsar.

Gangsar menyebut, dengan keterbatasan yang ada, pembinaan akan tetap dilakukan seperti biasanya. "Tentu kami maksimalkan yang ada. Anggaran pembinaan itu selanjutnya kami serahkan ke cabor-cabor. Besaran tiap cabor ada kriterianya," ujar Gangsar.

Sementara, Sekretaris IBC MMA Kota Pasuruan Frenky Sutejo mengaku kecewa. Ia menilai pembinaan olahraga tidak menjadi prioritas Pemkot Pasuruan. Bahkan, menurutnya, mustahil berharap prestasi dengan anggaran pembinaan yang kecil.

Tahun depan, Porprov X akan digelar. Frenky menyebut, persiapan atlet harus dimulai sejak sekarang. "Atlet butuh latihan, try out, ikut kejuaraan di luar kota. Lha kalau perhatian pemkot tidak maksimal, jangan berharap banyak untuk prestasi," ujar Frenky. (pik/why)


Share to