Histeris Lihat Anak Tewas Gantung Diri, Korban Cenderung Pendiam dan Tertutup

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Sabtu, 12 Jan 2019 13:12 WIB

Histeris Lihat Anak Tewas Gantung Diri, Korban Cenderung Pendiam dan Tertutup

PERIKSA: Paramedis di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo memeriksa jasad Salman Alfarizi, pemuda Pakuniran yang gantung diri.

PAKUNIRAN - Teriakan Tarum, memecah keheningan Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo Jumat (11/1). Pasalnya, sepulang menunaikan salat Jumat, ia mendapati anaknya Salman Alfarizi tergantung di kayu blandar di kamarnya.

Seutas tali nilon berukuran besar sepanjang 1,5 meter yang biasa digunakan mengikat tembakau, malah melilit leher pemuda lulusan SMP itu.

Kontan saja, teriakan lelaki paruh baya tersebut mengundang kedatangan warga lain ke rumahnya.Di antaranya Holip dan Rivai. Seketika itu korban Salman Alfarizi diturunkan dari gantungannya dan diperiksa denyut nadinya.

Dirasa masih bernyawa, korban pun dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kemudian kejadian itu dilaporkan kepada kepala desa setempat. Kemudian kepala desa setempat menghubungi petugas Polsek Pakuniran.

Petugas piket bersama Kapolsek Pakuniran, Iptu Habi Sutoko dan anggota koramil Pakuniran menuju TKP dilanjutkan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Adapun hasil pemeriksaan medis dari dr Sofi, dokter yang bertugas di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, disimpulkan bahwa korban Salman Alfarizi sudah meninggal dunia begitu tiba di rumah sakit.

Kapolsek Pakuniran, Iptu Habi Santoso menegaskan pernyataan dokter dengan menyebut lidah korban dalam keadaan tergigit saat ditemukan. "Korban murni gantung diri," terangnya.

Tanda lain yang menguatkan dugaan bunuh diri adalah kencing di celana korban serta bekas jeratan tali nilon pada lehernya. Sedangkan dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter, tidak ada bekas kekerasan fisik di tubuh korban. Sementara barang bukti yang diamankan oleh Polsek Pakuniran adalah Seutas tali benang nilon atau tali tembakau dengan panjang sekitar 1,5 meter. "Tali buat gantung diri," terang.

Ibu kandung korban, Sumarti menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah musibah dan menerima dengan ikhlas meninggalnya putranya tersebut. Pihak keluarga tidak bersedia dilanjutkan ke proses secara hukum dan menolak untuk dilakukan otopsi luar dan otopsi dalam.

"Itu ditulis dalam surat pernyataan yang mengetahui kepala desa setempat. Memang menurut ibu korban, yang bersangkutan berkepribadian tertutup dan pendiam semasa hidup," terangnya. (hla/hvn)


Share to