Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-28 18:44:44

Ibu Muda di Probolinggo Tersambar Petir di Dalam Rumah. Kok Bisa?

HERAN: Warga berkumpul di halaman samping rumah korban, setelah mengetahui penghuni rumah tersambar petir di dalam rumahnya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Warga Dusun Pentongan, Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dikejutkan dengan kabar seorang warga yang tersambar petir. Yang bikin warga keheranan, karena korban disambar petir saat berada di dalam rumahnya.

Korban sambaran petir itu bernama Rumiyati, seorang ibu muda berusia 24 tahun. Ia terdata sebagai warga Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, rumah asal suaminya. Namun, kini kesehariannya berada di Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas.

Ceritanya, pada Senin (28/12/2020) sore, korban bersama suaminya, yaitu Sariyadi sedang berada di sawah desa setempat untuk menanam padi. Saat itu, hujan disertai petir menyambar di wilayah tersebut. Karena sudah mendekati waktu salat maghrib, pasutri itupun pulang ke rumahnya di Desa Wringin Anom.

Nah, sesampainya di rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB, Rumiyati, hendak mengganti pakaiannya yang basah di ruang tengah rumahnya. Di saat yang bersamaan, petir saling menyambar di wilayah rumahnya. Tak lama kemudian, badan ibu satu anak itu ikut tersambar petir. Warga sekitar menduga, korban tersambar melalui perabot rumahnya yang juga terkena petir.

Akibatnya, tubuh Rumiyati terpental hingga tak sadarkan diri dan mengalami luka robek di bagian kepala. Kakak korban, yaitu Rufaidah langsung melakukan pertolongan pertama setelah selama setengah jam korban tak bernapas. Beruntung, tak lama kemudian korban kembali bernapas. “Untuk memastikan kondisinya, kami membawa korban ke rumah sakit,”  ungkap Nuryadi, 50, orangtua korban.

Nuryadi melanjutkan, saat kejadian hanya Rumiyati yang tersambar petir. Sementara, anak Rumiyati yang saat itu berada di dalam kamar masih selamat. Selain menyambar korban, petir juga mengenai perabotan rumah. Seperti lemari yang terbelah, TV dan kabel hangus, hingga genteng atap. “Hancur semua,” kata Nuryadi.

Kini, warga setempat masih membantu memperbaiki kondisi rumah korban pasca disambar petir. Sementara korban masih dirawat di RSUD dokter Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.

Sementara, Kapolsek Tongas Iptu G Wijayanto, mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan penelitian di TKP.

Wijayanto melanjutkan, bahwa  di lokasi kejadian, ada bekas-bekas korsleting listrik pada kabel televisi. “Korsleting itu diduga akibat terkena petir,yang kemudian menyambar listrik hingga tv meledak,” duganya. (ang/don)