Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-13 11:51:30

Imbas Bentrokan Dua Perguruan Silat, Bupati Banyuwangi Imbau Masyarakat Tenang

PANTAU KONDISI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandini mengunjungi lokasi bentrokan dua perguruan silat. Ia meminta warga tenang karena situasi telah kondusif berkat dukungan semua pihak.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandini mengunjungi lokasi bentrokan dua perguruan silat, Sabtu (12/3/2022). Dalam kunjungannya itu, ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan tetap tenang. Bupati Ipuk berjanji akan meredam persoalan tersebut.

“Kami sudah bertemu kedua belah pihak. Mari kita semua menahan diri, menjaga persaudaraan. Kami minta semua saling menjaga kondisivitas di internal masing-masing. Kami nantinya juga akan silaturahmi dengan perguruan silat yang ada di Banyuwangi,” terangnya di sela-sela kunjungannya.

Baca Juga : Inisiasi Program Sistersay, Pemkab Banyuwangi Berdayakan Ekonomi Hingga Cegah Stunting

Ipuk meminta agar seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dan termakan informasi-informasi yang tidak benar. Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri, untuk meningkatkan keamanan di wilayah Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Bangorejo. Dengan harapan wilayah tersebut tetap kondusif.

Baca Juga : Momen Ramadan, Bupati Banyuwangi Silaturahim ke Ormas Islam

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wabup Sugirah juga telah menemui kedua kubu. Yakni,  perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN), di Mapolsek Bangorejo.

Pertemuan itu dihadiri Dandim 0825 Letkol Kav Eko Julianto Ramadhan, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, Wakapolresta AKBP Didiek Harianto, , dan perwakilan pengurus kedua perguran silat.

Sebelumnya, dua perguruan silat terlibat bentrok di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (8/3/2022). Polisi tak langsung berhasil mengatasi keadaan, karena jumlah massa lebih dari seribu orang, insiden pun tak bisa terelakkan.

Polisi baru memisahkan dua kelompok massa, Rabu (9/3/2022) dini hari. Satu orang dilaporkan tewas, 15 orang luka dirawat di Puskesmas Pesanggaran, dan 6 orang luka dirawat di Puskesmas Kebondalem.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Didiek Harianto mengatakan, pihaknya terus berupaya  melakukan pencegahan. “Semua telah sepakat untuk melakukan konsolidasi ke dalam dan mendinginkan suasana. Kedua pihak juga sepakat menyerahkan proses hukum pada kepolisian,” jelasnya. (rl/sp)