Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-07 15:47:35

Ini Lokasi di Kota Probolinggo yang Mulai Terapkan Sistem Tilang Elektronik

TEKNOLOGI: Perempatan Pilang merupakan salah satu lokasi yang telah dipasang kamera oleh Polda Jawa Timur untuk penerapan tilang secara elektronik. Saat ini, tilang elektronik itu masih jadi kewenangan Polda Jawa Timur.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, mulai diberlakukan di Kota Probolinggo. Ada dua lokasi yang menerapkan sistem tersebut dengan telah dipasangnya kamera khusus, yakni di perempatan Kelurahan Pilang dan Pertigaan King Kelurahan Mangunharjo.

Meski ETLE itu berada di wilayah hukum Polres Proboliggo Kota, namun kewenangan dan pengoperasiannya masih dilakukan oleh Polda Jawa Timur. Akan tetapi, Polda Jatim sudah berkoordinasi dengan Polres Probolinggo Kota terkait penerapan ETLE itu.

Kasatlantas Polres Probolinggo Kota, AKP Rony Faslah mengatakan pemberlakuan tilang elektronik ini sudah dimulai sejak Januari 2022. Tujuannya adalah mengajak masyarakat untuk tertib dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta meminimalisir tindak kejahatan.

Menurutnya, ada dua jenis tilang elektronik yang diterapkan, yaitu statis dan dinamis. Tilang elektronik statis adalah dengan pemasangan CCTV berserta koneksitas aplikasi, di perempatan lampu merah Kelurahan pilang, Kecamatan Kademangan, dan Pertigaan King, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Sedangkan, tilang dinamis merupakan penggunaan mobil incar yang disiagakan untuk menilang dan berkeliling di Kota Probolinggo. Jika ditemukan pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas, maka akan langsung diberikan surat tilang. "Berbeda dengan dengan (tilang) statis, bila terekam saat melanggar akan diberikan undangan oleh petugas bahwa pelanggar tidak tertib aturan lalu lintas. Kemudian petugas konfirmasi ke aplikasi Skrip (Skrining Riwayat Pengendara)," ucapnya.

Rony menuturkan, anggaran untuk satu mobil incar disertai yang peralatannya sekitar Rp 600 juta. Sedangkan, pemasangan CCTV dan aplikasinya sekitar Rp 1 miliar. "Itu masih di-backup Polda Jatim," katanya.

Menurutnya, penerapan tilang elektronik itu sangat efektif. Dari data Polda Jatim, ada sekitar 3000 pelanggar setiap harinya di wilayah hukum Polda Jawa Timur.

Sementara untuk status aplikasinya masih level 1. Status dimaksud, dimana aplikasi tersebut hanya memantau kendaraan dan perlengkapan berkendara. “Setelah ini di-update lagi aplikasinya. Jadi terlihat muka pengendara," ujarnya.

Rencananya, Polres Probolinggo akan mendapatkan kewenangan pengelolaan tilang elektronik dari Polda Jawa Timur pada Mei 2022. Sehingga, Polres dapat mengelola sistem tersebut.

Sementara itu, sebagian pengendara ternyata belum banyak mengetahui terkait pemberlakuan tilang elektronik. Seperti yang dikatakan Sahrul, 35, warga Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu. Saat ditemui tadatodays.com di perempatan lampu merah Pilang, Sahrul mengaku tidak tahu hal itu.

Hal senada juga dikatakan Afianto, seorang pengendara mobil asal Kelurahan Kareng Kidul, Kecamatan Kedopok. "Masih belum tahu, mas," katanya. (ang/don)