Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-14 18:52:17

Inisiasi Program Sistersay, Pemkab Banyuwangi Berdayakan Ekonomi Hingga Cegah Stunting

DUKUNGAN: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis dukungan bibit untuk program Sistersay yang diinisiasi Dinas Pertanian setempat. Tak hanya memberdayakan ekonomi warga, namun juga salah satu cara mencegah stunting.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemkab Banyuwangi menginisiasi pemberdayaan para Kelompok Wanita Tani (KWT). Yakni, program Sistersay yang merupakan kepanjangan dari Sistem Terintegrasi Ternak, Ikan, dan Sayur. Implementasi program ini yakni penyediaan kebutuhan pangan lengkap bagi warga di desa.

Program ini mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu lahan. Masing-masing kecamatan pertengahan tahun ini ditargetkan memiliki satu lahan pertanian melalui program tersebut. Mulai sayuran, buah-buahan, perikanan sistem bioflok, serta kandang ternak dalam satu lahan.

Baca Juga : Momen Ramadan, Bupati Banyuwangi Silaturahim ke Ormas Islam

“Dalam satu lahan, terintegrasi berbagai sektor ketahanan pangan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada tadatodays.com, Kamis (14/4/2022). Kini, hampir di setiap desa telah mengoptmalkan program tersebut. Hal ini menurut bupati yang akrab disapa Ipuk itu, sangat menggembirakan.

Baca Juga : Kehamilan Direncanakan, Meminimalisasi Anak Lahir Stunting

Karena itu, Bupati Ipuk memberikan bantuan 2 ribu bibit sayuran. Seperti tomat, terong, dan cabai. Juga sebuah kolam bioflok beserta seribu benih ikan lele, 50 ekor ayam dan kandang portable, serta 5 karton pupuk cair. Batuan itu diberikan Ipuk pada KWT Desa Setail, Kecamatan Genteng, di Embung Kenitu.

Menurut Ipuk, di lahan persawahan yang dekat dengan bendungan irigasi tersebut, terdapat sistem terigentasi mulai lahan sayuran. Seperti tomat, terong, dan cabai. Selain itu, di lahan yang sama juga terdapat budidaya lele melalui sistem bioflok, serta terdapat peternakan ayam.

“Kami berharap, program ini memacu pemulihan ekonomi di desa. Ibu-ibu tani bisa mengelola lahan pangan ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga, bahkan bisa juga menambah penghasilan,” harapnya. Tak lupa, Ipuk juga berpesan agar para penerima bisa merawat dan mengembangkan bantuan tersebut.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Mohammad Khoiri mengatakan, program ‘Sistersay’ diinisiasi di desa yang rentan stunting. Dinas Pertanian akan memfasilitasi dan membantu sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Di antaranya, 50 ekor ayam dan kandang portable, sebuah kolam lele bioflok termasuk benihnya, 1 unit peralatan hidroponik serta benih sayurannya. Dengan demikian kebutuhan pangan sumber karbohidrat, vitamin, protein nabati dan hewani dapat tersedia di satu pekarangan.

“Lahan ini dikelola pengurus yang telah kami tunjuk. Hasilnya bisa dikelola dan dimanfaatkan bersama. Misalnya, kalau ada yang butuh telur, bisa ambil telurnya. Kalau butuh lele, juga tinggal ambil sesuai kebutuhannya,” katanya. Ia berharap, kebutuhan gizi warga bisa tercukupi sekaligus bisa menambah penghasilan perempuan tani. (*/mus/sp)